fbpx
Kabar Daerah

Taj Yasin Dorong Ponpes Jadi Pelaku Pasar, Begini Langkahnya..

SEMARANG, energibangsa.id – Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen dorong pondok pesantren (ponpes) yang ada di Jateng bisa menjadi pelaku pasar. Sehingga bisa memperkuat dan meningkatkan perekonomian berbasis ponpes dan tidak hanya menjadi pangsa pasar.

Dilansir dari portal Humas Jateng, Rabu (13/1), produk yang dihasilkan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis ponpes di Jateng mampu bersaing di hingga pasar nasional.

Taj Yasin Maimoen memberikan contoh seperti Brebes terdapat produk kopi dan sudah dikembangkan secara nasional. Sedangkan di Kebumen terdapat produk air kemasan dan kopiah.

“Kita sudah banyak memproduksi dan memasarkannya, tinggal meningkatkan kualitas dan melengkapi izin,” ujarnya.

Kerja sama

Pemrpov Jateng bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus melakukan pendampingan dan pelatihan kepada pelaku UMKM di ponpes. Baik dari  urusan perizinan, sertifikasi, peningkatan mutu produk, pelatihan manajemen keuangan dan pemasaran online atapun konvensional.

Di Jateng, totalnya terdapat 13 ponpes yang produknya telah berhasil dan bisa bersaing di pasaran. Melihat adanya potensi dan peluang ini, pihaknya juga menggandeng perbankan.

“Kita menggandeng perbankan untuk mendampingi dan membantu permodalan, sehingga UMKM di lingkunagn pesantren bisa terus berkembang dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ungkapnya.

Pengurus Bidang Promosi dan Pemasaran FEP, Syamsul Huda mengatakan, program FEP untuk mengembangkan kretivitas dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi santri.

Tugas FEP yaitu memfasilitasi, megkoordinasi, menyinergikan dan memberikan konsultasi dalam rangka pemberdayaan ekonomi pesantren. Sehingga harapannya dengan batuan FEP, produk berbasis ponpes di Jateng bisa memiliki produk unggulan yang berorientasi nasional hingga ekspor. (*)

Related Articles

Back to top button