fbpx
Gaya Hidup

Tahukah Kalian, Dibalik Hari Kasih Sayang Valentine, Ada Sejarah yang Kelam Lho!

ENERGIBANGSA.ID-Hari Valentine selalu identik dengan merayakan romansa dan cinta. Banyak orang yang meluapkan cinta dan kasih sayangnya pada hari valentine.

Tapi tahukah kalian ada asal mula hari valentine ini sebenarnya kelam, berdarah  dan agak kacau.

Walau tidak ditunjukkan dengan tepat asal mula perayaan ini, tapi kita bisa merujuk pada Roma kuno.

Dilansir dari NPR, dulunya dari 13 hingga 15 Februari, orang Romawi merayakan pesta Lupercalia.

Laki-laki mengorbankan seekor kambing dan seekor anjing, lalu mencambuk perempuan dengan kulit binatang yang baru saja mereka sembelih.

Kala itu perempuan muda benar-benar akan berbaris agar para laki-laki untuk memukul mereka. Mereka percaya ini akan membuat mereka subur.

Pesta Kejam Perjodohan

Pesta kejam itu termasuk lotere perjodohan, di mana para pemuda mengambil nama-nama perempuan dari toples.

Pasangan itu kemudian akan dipasangkan selama festival.

Orang Romawi kuno mungkin juga bertanggung jawab atas nama hari Valentine ini.

Kaisar Claudius II mengeksekusi dua laki-laki—keduanya bernama Valentine—pada 14 Februari di tahun yang berbeda di abad ke-3 M.

Mereka dihormati oleh Gereja Katolik dengan perayaan Hari St. Valentine.

Belakangan, Paus Gelasius I mengacaukan banyak hal di abad ke-5 dengan menggabungkan Hari St. Valentine dengan Lupercalia untuk mengusir ritual pagan.

Tapi festival itu lebih dari sekedar interpretasi dari yang pernah terjadi.

Festival sekarang lebih seperti pesta mabuk-mabukan, tetapi orang-orang Kristen mengenakan kembali pakaian di atasnya.

Hari Galatin “pecinta perempuan”

Sekitar waktu yang sama, Normandia merayakan Hari Galatin. Galatin artinya “pencinta perempuan”.

Mungkin membingungkan dengan Hari St. Valentine di beberapa titik, sebagian karena kedengarannya mirip.

Seiring berlalunya waktu, cerita tentang valentine semakin manis dan indah.

Chaucer dan Shakespeare meromantiskannya dalam karya mereka, dan itu mendapatkan popularitasnya di seluruh Inggris dan seluruh Eropa.

Kartu kertas buatan tangan juga menjadi penanda Hari Valentine di Abad Pertengahan.

Akhirnya, tradisi itu sampai ke Era Baru. Revolusi industri mulai mengantarkan kartu buatan pabrik pada abad ke-19.

Dan pada tahun 1913, Hallmark Cards dari Kansas City, Mo., mulai memproduksi valentine secara massal.

Sehingga 14 Februari sudah tidak sama lagi dengan kala kelam itu. (Nicola/EB)

Related Articles

Back to top button