Badan Pemenangan Naisonal Prabowo-Sandi
Badan Pemenangan Prabowo-Sandi ketika berfoto bersama (dok.idntimes)
Kabar IndonesiaNasional

Syarat-Syarat Rekonsiliasi Prabowo

0

ENERGIBANGSA.ID – Pasca Pemilihan Presiden 2019, rekonsiliasi Politik antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto menjadi topik penting yang tak lepas dari pembahasan. Pasalnya pertemuan keduanya sangat dinantikan oleh banyak kalangan.

Hal ini dikarenakan pertemuan keduanya diyakini dapat meredam situasi panas politik saat ini. Bahkan dapat menyelesaikan polarisasi yang terjadi beberapa waktu terakhir.

Kendati begitu, beberapa orang kubu Prabowo memberikan beberapa hal sebagai syarat untuk rekonsiliasi tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan  Dahnil Anzar Simanjuntak, Juru Bicara Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Anggota Badan komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade.

salah satu cuitan Dahnil Anzar Simanjutak terkait syarat rekonsiliasi pascapemilu. (dok.twitter (@ @Dahnilanzar )).

Melalui akun twiter pribadinya @Dahnilanzar, Dahnil berpendapat bahwa rekonsiliasi politik harus disertai dengan berhentinya kriminalisasi terhadap para pendukung Prabowo- Sandiaga Uno. Selain itu stigma kelompok pendukung Prabowo sebagai radikal juga harus diakhiri dan disudahi.

“Stop upaya kriminalisasi, semuanya saling memaafkan. Kita bangun toleransi yang otentik. Stop narasi-narasi stigmatisasi radikalis dan lain-lain,” cuit aktivis muhammadiyah itu.

Lebih lanjut, Kepulangan Habib Rizieq, Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) juga menjadi syarat dan bagian dari rekonsiliasi tersebut. Hal ini disampaikan Dahnil lewat akun pribadi twiternya.

“Ini pandangan pribadi saya, bila narasi rekonsiliasi politik mau digunakan, agaknya yang paling tepat beri kesempatan kepada Habib Rizieq kembali ke Indonesia,” tutur Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah tersebut.

Dahnil pun akan menyampaikan usul kepada Prabowo agar persoalan kepulangan Rizieq nantinya akan dibahas jika bertemu Jokowi.

Sementara itu hal senada juga disampaikan Andre Rosiade soal adanya syarat untuk rekonsiliasi pascapemilu 2019.

Andre mengatakan pertemuan Prabowo dan Jokowi bukan untuk bagi-bagi kursi, melainkan meredakan tensi politik dan membantu para pendukung Prabowo yang berkasus

Tidak hanya itu, Andre juga menyebut soal kasus yang menjerat sejumlah ulama, yang menurutnya berkaitan dengan pemilu.

“Coba pikirkan juga bagaimana para pendukung yang masih punya banyak masalah, ada yang ditahan, ada yang masih terima surat panggilan polisi, lalu ulama yang ada masalah gara-gara pilihan pemilu, ” terang andre, dilansir dari tempo.co

Kendati begitu, merujuk informasi yang didapat tim energibangsa.id, beberapa syarat yang diajukan kubu Prabowo untuk rekonsiliasi mendapat penolakan dari Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’aruf

Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga mengatakan  proses hukum terhadap para pendukung Prabowo-Sandi harus tetap berjalan dan tak ada kaitanya dengan urusan politik.

Pernyataan tersebut juga diamini oleh Ace Hasan Syadzily, Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penanggulangan Opini.  Menurutnya, usulan tersebut aneh.

Politikus Golkar itu menegaskan, rekonsiliasi bukanlah bagi-bagi kursi, apalagi negosiasi kasus hukum.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Arsul: Jokowi dan Prabowo Segera Bertemu di Bulan Juli

Previous article

Hindari Nikah Siri, Pemerintah Aceh Legalkan Poligami

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.