fbpx
Kabar Daerah

Susun Renstra & Renja 2022, Forum Perangkat Daerah Singgung Trifungsi Dewan dan Parlemen Digital

SEMARANG, energibangsa.id—Tugas dan fungsi lembaga DPRD Jawa Tengah terutama dalam masalah implementasi fungsi dewan dan pengembangan sekolah akan terus berlanjut.

Penekanan tersebut disampaikan Sekretaris DPRD (Sekwan) Jateng Urip Sihabudin dalam acara Forum Perangkat Daerah Penyusunan Perubahan Rencana Strategis (Renstra) 2018-2023 dan Rencana Kerja (Renja) 2022 di Ruang Badan Anggaran DPRD, Selasa (23/3/2021) lalu.

Acara pembukaan Wakil Ketua DPRD Sukirman Kirana mewakili Ketua DPRD Bambang Kusriyanto.

Wakil Ketua DPRD Ferry Wawan Cahyono dan Heri Pudyatmoko, turut mengikuti Bappeda, BPKAD, Inspektorat Provinsi Jawa Tengah.

Tri fungsi dewan

Dalam paparannya, Urip menjelaskan tri fungsi Dewan yakni anggaran, legislasi dan pegawasan harus mengikuti.

Fungsi tersebut harus terkelola secara sistematis sehingga menjadi sasaran pada 2023 dengan tingkat kepuasan DPRD atas layanan pendukung pelaksanaan tugas dan fungsi tercapai.

Program kerja pun disiapkan termasuk semua pendukungnya.

Pengembangan digital yang menjadi jawaban atas indikator perkembangan era teknologi telah dipersiapkan.

Urip memperinci program-program kerja yang menjadi rencana kerja (renja) di 2022.

Aplikasi ‘Sipelawan

Mengenai program reformasi birokrasi, sebagai wujud transparansi, pertanggungjawaban anggaran serta kehumasan maka dikembangkan aplikasi Sipelawan (Sistem Informasi Pelayanan Kedewanan).

Sukirman mengapresiasi kebijakan serta terobosan yang dilakukan Sekretaris DPRD Urip Sihabudin.

Program modern sangat membantu kinerja DPRD. Gencarnya pemberitaan kegiatan dewan di media sosial membuat semua kalangan masyarakat melihat.

“Akan menambah tingkat kepercayaan publik pada lembaga ini,” ucapnya.

Senada, Ferry Wawan Cahyono, mengatakan pentingnya fokus pada peningkatan sumber daya manusia (SDM), pemesanan perda terutama pada memfasilitasi, sosialisasi dan publikasi.

Digitalisasi media pun menjadi catatan dalam catatan catatan zaman serta program penunjang.

Terpenting pula masalah dokumentasi yang dapat diakses melaku telepon pintar. (*)

Related Articles

Back to top button