fbpx
Kesehatan

Sushi Tergolong Makanan Sehat atau Tidak, Berikut Penjelasan Para Ahli

ENERGIBANGSA.ID—Sushi terkenal sebagai makanan sehat karena terbuat dari ikan segar, tapi benarkah sushi benar-benar makanan sehat?

Sushi adalah makanan khas Jepang yang terbuat dari nasi dan ikan segar sebagai bahan utamanya.

Lalu ditambah dengan sayuran, lembaran rumput laut (nori), atau topping lainnya.

Selain dengan ikan mentah, sushi juga bisa disajikan dengan ikan atau olahan seafood matang lainnya.

Tetapi sushi sebenarnya lebih ke olahan ikan mentah yang segar, tanpa bau amis.

Penggunaan bahan-bahan pada sushi lantas menjadi pertanyaan kesehatan yang sering muncul di mana-mana.

Apakah sushi termasuk makanan sehat atau tidak?

Ada kandungan EPA dan DHA

Dalam sushi, kandungan EPA dan asam lemak DHA yang tinggi disebut sebagai bagian pola makan tradisional orang Jepang.

Pola makan ini dipercaya dapat memperpanjang umur.

Sushi nigiri dan sashimi dengan tambahan salad sayuran menjadi menu yang direkomendasikan karena kandungan serat dan mikronutriennya yang sangat baik.

Pilihan ikan seperti salmon dan makarel yang rendah merkuri juga menjadi bahan pembuatan sushi yang dianggap paling sehat.

Tetapi saat menyantap sushi, usahakan mengurangi atau menghindari shoyu (kecap asin) dan pilih tambahan perasa seperti wasabi atau acar jahe saja.

Dilansir dari detikcom, sushi dapat memberikan manfaat kesehatan, antara lain:

1. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Serat yang didapatkan melalui sayur dan makanan fermentasi dapat memberikan probiotik dan nutrisi yang baik bagi mikroba menguntungkan yang ada di usus.

Mikroba ini membantu membersihkan usus dari komposisi-komposisi yang berbahaya dan produksi bakteri yang tidak sehat.

2. Meningkatkan Kesehatan Jantung

FDA melaporkan bahwa penemuan ini masih sangat terbatas pembuktiannya tetapi memiliki kredibilitas yang baik.

DHA juga terbukti ditemukan ada pada minyak ikan dan dapat mengurangi tekanan darah tinggi. Serta, menurunkan risiko hipertensi yang menjadi penyebab jantung koroner yang paling umum.

3. Membantu Proses Detoksifikasi Tubuh Secara Alami

Rumput laut atau nori yang digunakan dalam pembuatan sushi terbukti sangat bernutrisi.

Nori bahkan mengandung 10 kali lebih banyak vitamin dibandingkan bayam.

Di balik manfaat kesehatan yang dapat diberikan oleh sushi, hidangan ini juga dapat memberikan risiko kesehatan, antara lain:

1. Meningkatkan Konsumsi Karbohidrat Olahan

Nasi putih yang digunakan dalam sushi termasuk dalam salah satu karbohidrat olahan.

Artinya, ada kandungan gula yang cukup tinggi yang setara dengan kandungan nutrisinya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi karbohidrat olahan berkontribusi dalam meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

2. Sumber Merkuri yang Tidak Aman

Menurut Natural Resources Defense Council, ikan yang harus dihindari karena kandungan merkurinya yang tinggi adalah king mackerel, marlin, hiu, ikan pedang, ahi tuna, tuna mata besar dan beberapa ikan lainnya.

Pada ahli merekomendasikan untuk menghindari ikan ekor kuning dan tuna mata besar.

Sedangkan ikan yang sangat direkomendasikan karena kandungan merkurinya yang rendah seperti belut, salmon, kepiting dan kerang.

3. Risiko Keracunan Makanan

Para ahli mencatat, racun terbesar dari konsumsi makanan mentah, kurang matang atau makanan laut beku adalah perkembangan parasit yang dapat tumbuh secara alami.

Parasit ini dapat dengan mudah berpindah ke tubuh manusia dan menyebabkan banyak penyakit.

Jadi, kalian pecinta sushi ini harus bisa memilih sushi mana yang mengandung gizi terbaik.

Dan, tidak memberikan resiko kesehatan bagi tubuh kalian. So, pandai-pandai memilih sushi ya! (Nicola/EB)

Related Articles

Back to top button