Ragam BangsaSosial & Budaya

Surat Terbuka, Ucapan Ulang Tahun untuk Istriku Tercinta

ENERGIBANGSA.ID – Selamat ulang tahun istriku, Hapsari Prelaksmi Oktavia. Selamat ulang tahun, yang ke-27, sayang.

Di hari ulang tahunmu, tanggal 25 Oktober 2019 ini, maafkan aku… Maaf di malam pergantian menuju ulang tahunmu aku tidak sepenuhnya bersamamu. Tidak memberimu kejutan di malam hari.

Tidak membawakanmu kue tart dengan lilin-lilin menyala di atasnya.

Tidak pula menyanyakin lagu ‘selamat ulang tahun’-nya Jamrud yang legendaris itu.

Tidak juga dengan hadiah yang terbungkus rapi berisikan benda-benda yang kamu inginkan.

Aku hanya bisa memberimu surat cinta di hari ulang tahunmu secara terbuka.

Kenapa terbuka? karena kita masuk di era dimana kebencian berani diposting, namun cinta dianggap tak penting. Maka, bagiku mencintai harus terbuka dan terang-terangan.

Cinta itu seperti batuk, ia tidak bisa ditutupi. Uhuk-uhuk…. Karena itu cintaku padamu selalu terbuka, lebay, dan begitulah takdir Tuhan membentuknya.

Aku memang sederhana, tapi caraku mencintaimu harus selalu bersahaja, karena kamu istimewa, dan beda dengan perempuan lainnya.

Aku tidak kaya-raya, tapi mencintaimu harus kaya cara, agar kisah asmara kita tidak monoton dan begitu-begitu saja.

Bagiku cinta bukanlah tujuan, karena aku tak ingin pernah sampai di pemberhentian.

Mencintaimu adalah sebuah perjalanan, denganmu aku akan selalu menikmati momen kebersamaan.

Karena aku menikmati cinta dalam perjalanan, aku tak ingin cepat sampai tujuan. Maka ku mohon pada Tuhan agar usia kita diberi panjang penuh keberkahan.

Terima kasih sudah menjadi istri yang baik dan lebih baik lagi selama ini, yang selalu berusaha menjadi yang terbaik terbaik untukku, dan untuk hubungan kita.

Kamu sudah berkorban banyak hal untukku, buat hubungan kita. Maaf jika mungkin aku belum bisa menjadi suami yang baik untukmu, belum bisa menjadi lelaki tampan, pintar, dan kaya raya seperti di drama Korea.

Tidak pula menjadi pria kekar, yang piawai memadu gaya dan nada sebagaimana film India.

Aku masih seperti ini-ini saja, pria yang penuh rencana-rencana gila yang terkadang membuatmu geleng-geleng kepala.

Kadang aku bertanya, “Ya Tuhan, kapan aku kaya raya?” Sebab ingin rasanya membelikanmu apa saja sembari tetap bisa memberi santunan pada yang lainnya.

Aku memang bukan Andmesh Kamaleng, tapi cintaku sama seperti dia: luar biasa!

Maaf dengan segala kekuranganku, keegoisanku, ketidaksabaranku, kesibukanku. Namun terima kasih kamu selalu ada buat aku, melengkapiku.

Mungkin terlalu berlebihan, tapi aku benar-benar beruntung memiliki kamu. Terima kasih telah menjadi energi dan semangatku.

Kamu selalu bisa menjadi tempat paling nyaman tiap kali aku memelukmu. Berada di sampingmu, aku merasa cukup punya satu (istri) saja.

Tenang… aku tak pelit. Sebut saja, apa yang kamu minta? Aku akan mengamininya. Sembari aku berusaha, biar Tuhan atur bagaimana cara mewujudkannya.

Oiya, ketika kamu bangun tidur nanti, ada teh di meja. Maaf jika rasanya tak semanis wajahmu.

Dari suami yang mencintaimu hingga surga.

Related Articles

Back to top button