Opini / Gagasan

Sumber Daya Manusia adalah Sumber Energi Bangsa

ENERGIBANGSA.ID – Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dikenal dengan kekayaan alam, suku, budaya dan berbagai ciri khasnya. Namun demikian, sumber daya manusia (SDM) adalah sumber energi bangsa ini. Hal ini perlu dipahami dengan adanya SDM yang mumpuni bisa memaksimalkan potensi masyarakat dan alam yang dimiliki bangsa Indonesia.

Gemah Ripah Loh Jiwani Apa Gunanya?
Indonesia memiliki laut yang kaya perlu dijaga, dirawat, dan kemanfaatannya sebesar-besarnya bagi bangsa Indonesia. Koes Plus, sebuah grup musik legendaris tanah air ini bahkan menyebutnya ‘Bukan lautan, tapi kolam susu.’

Demikian kiasan yang digunakannya untuk menggambarkan betapa beruntungnya negara yang merdeka pada 17 Agustus 1945 ini.Tak hanya potensi laut, daratan Indonesia juga sebuah anugerah yang wajib disyukuri. Koes Plus bahkan menyebut tanah Indonesia sebagaimana taman surga.

Bagaimana tidak? Kesuburan tanah dan iklim tropis yang ada sempat membuat pusing Presiden kedua, H M Soeharto yang merubah konsep dari negara maritim menjadi negara agraris. Kebijakan tersebut melahirkan gencarnya gerakan pangan di sektor pertanian.

Bercermin pada dua hal tersebut, energi muda harus dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar dari sumber daya alam (SDA) yang dikelola oleh usaha SDM sendiri. Hal ini akan memperjelas bagaimana wujud syukur bangsa ini atas karunia sebuah negeri yang gemah ripah loh jinawi ini.

SDM GUIDE
Pemerintah Indonesia dalam dinamika perpolitikan telah mengalami banyak perubahan. Hal ini menjadi rangkaian fase atau tahapan dalam membenahi bangsa ini, baik dari sisi infrastruktur maupun suprastruktur.

Pemerintahan kolonial mewariskan berbagai infrastruktur yang dioptimalkan sejak kemerdekaan hingga saat ini. Bahkan, situs peninggalan sejarah tersebut menjadi aset munculnya wisata sejarah yang turut mendongkrak perekonomian.

Sejurus dengan hal tersebut, kompetensi bangsa ini harus digenjot, dipacu agar mumpuni. Gak usah muluku-muluk soal SDM pengolah emas dan berbagai mineral alam dululah. Kita ambil sebagai contoh pada jasa layanan guide.

Nah, sobat energi bisa ngebayangin kan bagaimana komunikasi dengan bule-bule yang berkunjung ke negara kita? Yes, that’s right. Kemampuan dasar komunikasi dan etika publik masih menjadi pijakan di era digital.

Promosi wisata secara online bolehlah, dan bisa jadi wajib di era 4.0 yang konon katanya tengah menuju ke 5.0 ini. Meskipun di Indonesia ini 3.0 aja belum sempurna.

Nah, kalau wisatawan manca datang dimari, siapa yang musti nge-guide? Ceileh… gak usah pusing mikir british-britishan, yang fenting ente faham, ane juga faham dululah.

Mengapa demikian? Kita tentu pernah ke Bali atau ke Karimunjawa Jawa Tengah (kalau belum ya IDL. Hehe… gue doain dah bisa dapat gratisan nyampe sono).

Tak banyak yang memperhatikan bahwa guide yang ada terus berproses agar menjadi british dalam berbahasa Inggris. So, sobat energi musti yakin dan bertekad meningkatkan skill yang dimiliki menuju everybody is guide. Be smart guys.

*Ahmad Rifqi Hidayat, pengurus LTNU Semarang

Related Articles

Back to top button