BUDAYASosial & Budaya

Suku Bajau : Penjelajah Air Terakhir di Indonesia

ENERGIBANGSA.ID – Tahukah kamu, orang-orang yang tinggal di daratan tinggi itu mampu menahan napas dengan baik untuk waktu yang lebih lama?

Lalu bagaimana dengan orang-orang yang sebagian besar hidupnya tinggal di atas air?

Ya, di atas air. Hal ini dilakukan oleh suku Banjau. Mereka menghabiskan sebagian besar hidup di laut.

Suku Bajau atau disebut juga suku ‘Pengembara Laut’ dan selama lebih dari 1.000 tahun mereka hidup di atas air.

Suku tersebut mengandalkan laut untuk makanan dan perlahan mereka mengembangkan kemampuan menyelam bebas yang luar biasa.

Suku Bajau diakui sebagai penyelam luar biasa karena mampu menyelam paling lama tanpa menghirup udara dibandingkan manusia lain.

Mereka dapat menghabiskan 5 jam dalam sehari di bawah air dan dapat menyelam hingga kedalaman sekitar 70 meter dengan menahan napas.

Salah satu orang Bajau yang tercatat dapat menahan napas selama hampir 13 menit.

Sejak usia dini, beberapa orang Bajau sengaja mematahkan gendang telinganya untuk memudahkan berburu dan menyelam di laut.

Akibatnya, ketika lanjut usia orang Bajau bisa mengalami gangguan pendengaran.

Hidup berdampingan dengan laut selama lebih dari serbu tahun, Bajau memiliki banyak adaptasi genetik yang sesuai dengan gaya hidup khusus mereka.

Suku Bajau telah menjadi pelaut dan orang-orang nomaden.

Beberapa orang Bajau masih mengikuti gaya hidup ini bahkan sampai hari ini, inilah yang menjelaskan alasan menyebut mereka sebagai ‘Pengembara Laut’.

Suku ini berada di perairan laut Sulu, yang terletak di lepas pantai barat daya pesisir Filipina, serta beberapa laut yang mengelilingi pulau Sulawesi.

Daerah-daerah ini merupakan salah satu perairan paling berbahaya di dunia dengan kasus terbuka perompakan yang tinggi.

Orang Bajau mengklaim bahwa mereka tidak pernah menggunakan senjata, mereka lebih memilih untuk melarikan diri dari potensi bahaya.

Mereka datang ke pantai hanya untuk menguburkan orang mati atau sekadar membangun perahu.

Beberapa di antara orang Bajau ditemukan di timur Malaysia, negara bagian yang disebut Sabah, di pulau Kalimantan.

Sumber makanan mereka dari memancing, meski beberapa orang mulai meninggalkan gaya hidup ini.

Kemampuan suku Banjau ini didorong oleh faktor genetik. Umumnya, anggota suku ini memili limpa yang besar.

Spesialis genetik ini memainkan peran penting bagi kemampuan orang Bajau untuk menyelam lebih lama.

Limpa yang tidak biasa seperti itu juga terlihat di banyak mamalia air yang juga dikenal dapat menyelam dalam waktu lama.

Latihan teratur dan gaya hidup orang Bajau telah membantu mereka meregangkan diafragma, untuk membuat dinding dada lebih sesuai dengan paru-paru.

Para peneliti masih mempelajari bagaimana sifat-sifat genetik ini bergabung untuk membantu orang Bajau menjadi penyelam yang lebih baik, tetapi jelas bahwa kekuatan kontraksi limpa berkorelasi dengan kemampuan menyelam lebih dalam.

Memahami bagaimana orang Bajau menjadi penyelam yang baik pada akhirnya bisa bermanfaat bagi semua orang.

Temuan ini juga akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang fungsi gen yang berbeda.

Sayangnya,beberapa orang Bajau telah pindah ke komunitas daratan, bahkan mereka telah kehilangan keterampilan membuat perahu.

Suku Bajau dianggap sebagai kelompok yang terpinggirkan, dibatasi untuk menikmati hak kewarganegaraan yang sama dengan tetangga daratan mereka.

Meskipun industri perikanan meningkat, tetap saja mereka sulit melanjutkan gaya hidup yang akhirnya membuat banyak orang Bajau meninggalkan laut.

Related Articles

Back to top button