Energi MudaKabar IndonesiaKita IndonesiaPendidikanRagam Bangsa

Sukses Ubah Kotoran Kerbau Jadi Obat Nyamuk Semprot, Lima Mahasiswa UNS Sabet Medali Emas di Ajang Internasional

ENERGIBANGSA.ID – Karya Inovasi ciptakan mahasiswa Indonesia kembali berhasil menjadi juara dan menyabet medali emas di ajang Internasional. Kali ini datang dari Universitas Sebelas Maret (UNS) solo.

Lima mahasiswa universitas tersebut berinovasi membuat obat nyamuk semprot dengan bahan dasar kotoran kerbau. Karya nya itu mampu menyabet mendali emas dalam Japan Design, Idea & Invenstion Expo yang di gelar di Tokyo pertengahan Juni lalu.

Sofia Oka Rodiana, salah satu mahasiswa yang ikut membuat karya tersebut, menjelaskan awal mula ide itu muncul.

Ia menuturkan bahwa  karya tersebut berawal saat melihat banyaknya kotoran kerbau yang kurang termanfaatkan dengan baik.

“Selama ini hanya digunakan untuk bahan pupuk organik dan biodesel yang sudah banyak diteliti,” ucapnya, seperti dikutip tim energibangsa.id dari tempo.co.

Dari hal tersebut mereka mencoba melakukan inovasi terhadap berbagai riset yang telah ada. Salah satu ide yang dianggap cukup orisinil adalah dengan memanfaatkan gas dalam kotoran kerbau menjadi bahan utama pembuatan alat semprot atau spray.

Dalam riset tersebut, para mahasiswa itu melakukan kajian terhadap dua hal sekaligus. Yang pertama pemanfaatan kotoran kerbau sebagai gas semprot.

Yang kedua bahan organik untuk pengusir nyamuk. Menariknya, bahan organic pengusir nyamuk itu sekaligus berfungsi untuk menetralisir aroma kotoran kerbau.

Sofia menjelaskan bahwa selama ini banyak yang menggunakan tanaman lavender sebagai bahan pengusir nyamuk, akan tetapi timnya memilih bahan lain berupa ramuan daun kemangi dan jeruk yang aromanya cuku segar.

“Sehingga tidak ada sisa bau kotoran kerbau sama sekali,” katanya.

Dalam melakukan penelitian terhadap karya inovasinya, Sofia dan timnya sempat beberapa kali mengalami kegagalan. Persoalan paling besar yang mereka hadapi adalah bau kotoran kerbau yang susah untuk dihilangkan.

Untungnya, setelah beberapa kali melakukan percobaan sofia dan timnya berhasil menghilangkan bau tersebut.

“Kuncinya berada di proses fermentasinya,” kata mahasiswa Jurusan kependidikan kimia UNS itu.

Merujuk informasi yang diperoleh tim energibangsa.id, kendala yang dihadapi Sofia dan timnya ternyata tak berhenti disitu saja.

Saat berangkat menuju Tokyo, lima botol semprot yang mereka bawa nyaris tidak bisa terangkut di pesawat.

“Untungnya bisa ada solusi sehingga hasil karya itu bisa kami bawa,” terang sofi.

Selain itu, saat hendak pulang kembali ke Indonesia, hasil karya mereka tertahan di bandara tanpa bisa dibawa pulang.

“Tapi tidak masalah, toh bisa membuat lagi,” aku Sofia.

Lima mahasiswa UNS berhasil membawa pulang medali emas dalam ajang Japan Design, Idea & Invention Expo. (dok. Jogjainside.com)

Sementara itu, Sri Mulyani selaku Kepala Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNS mengatakan selama ini kotoran kerbau memang tidak banyak diteliti.

Padahal kotoran kerbau berpotensi menghasilkan gas yang lebih kuat. “Mungkin karena populasinya yang tidak sebanyak sapi,” terang Sri.

Penelitian yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut juga memiliki muatan lokal yang cukup tinggi. Karya tersebut juga memenuhi unsur ramah lingkungan.

“Mereka menggunakan bahan-bahan yang ada di lingkungannya,”

Menurut sofia, pemanfaatan kotoran kerbau sebenarnya juga bisa digunakan untuk membuat beberapa produk lain.

Misalnya digunakan dalam industry cat semprot. Sebab kotoran tersebut mampu menghasilkan gas dengan tekanan yang cukup besar.

Adapun alat semprot pengusir nyamuk yang diberi nama Bongi, singkatan dari Kebo Wangi merupakan karya bersama dari Sofia Oka Rodiana (FKIP) dan empat mahasiswa Fakultas Pertanian UNS, meliputi Rizhal Akbar Jaya Pratama, Nor Isnaeni Dwi Arista, Rahma Amira Zhalzabilla Wakak Megow dan Hifqi Himawan.

Dengan berhasil menyabet emas di ajang internasional menandakan citra positif bagi Indonesia di dunia internasional. Dimana bahwa mahasiswa-mahasiswa Indonesia merupakan mahasiswa yang inovatif.

Hal ini besa menjadi energi bangsa dalam memajukan dan mengharumkan dunia pendidikan Indonesia.

Related Articles

Back to top button