Gaya Hidup

Suhu Sangat Dingin di Malam Hari, Inilah Penyebabnya!

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Belakangan ini beberapa daerah di Indonesia mengalami suhu dingin di malam hari. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika buka suara mengenai hal tersebut. Ternyata fenomena ini terjadi karena kurangnya energi panas matahari yang diterima bumi pada malam hari.

Foto ilustrasi di dinginnya malam

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal mengatakan jika radiasi Matahari sebagai sumber panas di malam hari tidak diterima Bumi di musim kemarau. Akibatnya, suhu udara di Indonesia menjadi lebih dingin setiap malam.

”Pada kondisi seperti ini, suhu udara pada malam hari lebih dingin,” ujar Herizal dilansir dari CNNIndonesia, Minggu (2/8). “Lebih dingin dibanding kondisi udara malam hari di musim hujan.”

Herizal melanjutkan bahwa radiasi Bumi bisa terlepas maksimal ke angkasa ketika udara cerah tidak berawan. Hal itu membuat kondisi udara pada malam hari lebih dingin dibanding kondisi udara malam hari di musim hujan.

Menurut perkiraan BMKG, daerah dataran tinggi seperti Bandung, Malang, dan Dieng adalah daerah yang paling merasakan fenomena suhu dingin di malam hari. Tercatat, suhu udara di Kota Bandung bisa mencapai 16 derajat Celcius sementara di Lembang mencapai 13,6 derajat Celsius.

Walaupun demikian, energi panas matahari masih bisa diterima bumi secara maksimal di siang hari karena tak ada awan sebagai penghalang. Karenanya, suhu di siang hari dapat menjadi begitu panas.

Penyebab minimnya awan tersebut diduga karena adanya dominasi angin monsun Australia. “Angin monsun Australia dominan mewarnai cuaca Indonesia di wilayah selatan ekuator yang ditandai langit cerah sepanjang hari dan kelembaban rendah”, jelas Herizal.

BMKG kini mengamati jika wilayah di selatan ekuator, seperti Nusa Tenggara, Bali, Jawa dan Lampung sedang mengalami musim kemarau. Diprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2020.(*)

Related Articles

Back to top button