sudjiwo tedjo
HukumPolitik

Sudjiwo Tedjo usulkan Arteria Dahlan sebagai Bapak Budi Pekerti Indonesia!

0

ENERGIBANGSA.ID – Politikus Fraksi PDIP Arteria Dahlan tengah menjadi sorotan publik lantaran perdebatanya dalam Mata Najwa yang dirasa kurang etis. Perdebatan antara Arteria Dahlan dan Prof Emil Salim menuai banyak reaksi dari masyarakat. pasalnya Arteria sempat menunujuk-nunjuk Prof Emil Salim yang notabene nya lebih tua darinya dan mengatakan bahwa yang dikatakan Emil Salim adalah sesat.

Kasus ini juga mendapat sorotan dari budayawan Indonesia Sudjiwo Tedjo. Dalam akun twitternya presiden jancukers ini menuliskan “Mbak Mega sebaiknya minta maaf kepada Bapak Emil Salim atas perlakuan kasar anggotanya terhadap sesepuh kita bersama itu. Bahkan bila salah pun orangrua tak boleh dikasari. Begitu adab kita mengajar”.

Menurut Sudjiwo Tedjo permintaan maaf dari yang bersangkutan saja tidak cukup, levelnya tidak sepadan, haruslah Megawati yang turun tangan.

Diketahui bahwa Arteria Dahlan dan Emil Salim berasal dari satu almamter yang sama. Bagi masyarakat hal ini dirasa kurang pantas sebagai guru dan murid jika dianalogikan. Dalam negara demokrasi, berdebat memang diperbolehkan, sangat diperbolehkan.

Sebagai kubu yang pro revisi UU KPK dan kubu kontra revisi UU KPK baik Arteria dan Emil Salim tentu memiliki preferensinya masing-masing. Yang perlu diperhatikan adalah tata cara dan unggah-ungguh berbicara dengan orang yang lebih tua dan menghormati yang lebih muda.

Sudjiwo Tedjo pun memberi usulan nyeleneh jika Megawati tak berkenan melakukan permohonan maaf “ Gimana kalau yang bersangkutan kita anugerahi gelar BAPAK BUDI PEKERTI INDONESIA ? upacara penganugerahanya di depan #anakSTM se-Indonesia”. Cuit Mbah Tedjo masih dalam akun twitternya.

Usulan ini pun mendapatkan berbagai macam reaksi dari netizen. Seperti yang salah satu dituliskan oleh akun @nyai_ontosoroh_ “jadi inget anak STM yang salim sama orang tua yang ditemui di jalan, atau sama bapak-bapak dishub atau polisi. Bicara soal moral dan etika ya anak STM jauh lebih dari si bapak DPR yang terhormat itu.

Sebagai warga negara Indonesia yang menjujung tinggi adab dan sopan santun hal ini menjadi tamparan keras bagi kita semua. Kasus diatas seharusnya menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menerapkan tata krama dimanapun kita berada.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Peringati World Mental Health Day, Pentingnya Kita Peduli pada Kesehatan Mental

Previous article

Mariaban, Hantu dengan Bulu Perindu Asal Kalimantan

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Hukum