Kabar IndonesiaNasional

Sudah Keluar Modal 1 Triliun, KPU: Jangan Tunda Pilkada 2020!

JAKARTA (energibangsa.id) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan, Pilkada Serentak 2020 tetap akan dilaksanakan tahun ini meski jumlah kasus positif Covid-19 terus bertambah.

Pasalnya, KPU sudah menghabiskan dana sekitar Rp 1 triliun untuk menyiapkan Pilkada serentak tahun ini.

Sehingga, Arief Budiman menilai, Pilkada harus tetap dilanjutkan agar dana dan juga energi yang sudah dikeluarkan untuk persiapan tidak sia-sia.

“Energi bangsa ini sudah dikeluarkan terlalu besar untuk menyelenggarakan pemilihan kepala daerah ini. Kalau dihitung, sudah habis sekitar Rp1 triliun, ” katanya dalam diskusi virtual ‘Pilkada Sehat 2020.’

Sebelum memutuskan untuk melaksanakan Pilkada pada akhir tahun ini, KPU sudah melakukan sosialisasi pemungutan suara yang sebelumnya akan digelar pada 23 September 2020.

Karena ditunda ke Desember, Arief merasa sosialisasi yang banyak menghabiskan dana dan energi itu terbuang sia-sia.

Dana dan Energi Bangsa Terbuang Sia-Sia

Arief tidak ingin dana dan energi bangsa yang sudah terlanjur dikeluarkan ini kembali sia-sia.

“Pertama untuk menyelenggarakan tanggal 23 September 2020, kita menetapkan itu tahapan sudah berjalan. Kalau dihitung, sudah habis sekitar Rp 1 triliun seluruh Indonesia, kemudian kita lakukan penundaan ke 9 Desember,” tuturnya sebagaimana diulas merdeka.com.

KPU juga telah menerbitkan regulasi terkait pelaksanaan Pilkada dengan protokol kesehatan yang tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pilkada dalam Kondisi Bencana Non alam Covid-19.

“Penting pertimbangan kita energi yang sudah dikeluarkan terlalu besar ini jangan sampai sia-sia. Supaya tidak sia-sia, bersama-sama menjadi tugas kita menjaga kesehatan dan keselamatan menyelenggarakan Pilkada di tengah pandemi Covid-19,” terangnya.

Selain itu, Arief menambahkan, tidak ada yang bisa memastikan kapan wabah virus Corona berakhir.

Ide Menunda Pilkada 2021

Sebelumnya, KPU memiliki opsi untuk menunda Pilkada pada tahun 2021, namun sepertinya penundaan tersebut bukan opsi yang baik. Karena tidak ada seorang pun yang tahu kapan pandemi ini berakhir.

Termasuk juga para ahli epidemiologi yang terang-terangan mengatakan bahwa akhir dari pandemi virus Corona tidak bisa diprediksi.

“Kalau ditunda, kita tidak ada yang bisa memprediksi tahun depan pandeminya hilang atau tidak. Kita tidak bisa memperkirakan,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button