fbpx
Kesehatan

Studi: Antibodi Virus Corona Ada di ASI, Benarkah?

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Antibodi Virus Corona  ditemukan pada Air Susu Ibu (ASI) wanita yang dikonfirmasi positif terinfeksi  COVID-19.

Temuan tersebut merupakan hasil penelitian dari para peneliti di Rumah Sakit (RS) Emma UMC, Amsterdam, Belanda.

Dr Britt Van Keulen, dari Bank ASI Belanda di UMC Amsterdam, menyebut ASI dipilih karena diyakini dapat melindungi bayi baru lahir dari infeksi pernapasan.

“Itu karena ada antibodi dalam ASI. Dengan menyusui, ibu memberikan antibodi sendiri kepada anaknya,” paparnya, dikutip dari Daily Mail UK.

Antibodi Corona

Dalam studi ini, eksperimen laboratorium menunjukkan antibodi yang mereka temukan cukup kuat untuk menghentikan penyebaran virus corona. Dalam penelitian ini ASI diolah menjadi bentuk es batu.

Antibodi tidak dapat hancur lewat proses pasteurisasi (proses pemanasan yang diperlukan untuk membunuh patogen dalam ASI sebelum dapat diminum oleh orang lain). Ini berarti mereka bisa dipasteurisasi.

Kemudian dibuat menjadi bentuk es krim atau es batu dan diberikan kepada pasien yang menderita infeksi.

Peneliti mengungkapkan, hal tersebut penting, karena ASI hanya dapat digunakan setelah dipasteurisasi.

Sementara itu Dr Van Keulen mengatakan antibodi harus bersentuhan dengan selaput lendir.

“Kami pikir setelah meminum susu antibodi akan menempel pada permukaan selaput lendir. Di sana, antibodi menyerang partikel virus sebelum memasuki tubuh,” kata Kepala Rumah Sakit Anak Emma, Hans van Goudoever.

Kini tim peneliti sedang mencari tahu apakah ASI benar-benar dapat digunakan untuk mencegah infeksi virus corona pada orang-orang yang rentan, terutama selama gelombang kedua pandemi COVID-19.

Selain itu pihak rumah sakit juga tengah melakukan penggalangan ASI. Sekitar 1.000 donor ASI dibutuhkan para peneliti, termasuk wanita  yang tidak terinfeksi COVID-19 atau terinfeksi tapi tidak menunjukkan gejala.

“Wanita yang mungkin terkena virus corona tanpa menyadarinya mungkin juga telah membuat antibodi yang dapat ditemukan dalam susu,” ujar Van Goudoever.

Jadi, lanjut dia, kami mencari ibu yang mungkin telah terinfeksi juga. Kalau pun ternyata tidak, susunya bisa disimpan untuk penelitian lebih lanjut apabila diizinkan

Sekitar 5 ribu wanita sejauh ini menanggapi seruan untuk menyumbangkan 100 ml ASI mereka.

Namun masih harus dilihat apakah ASI memang efektif sebagai pengobatan pencegahan terhadap virus corona.

Antibodi Corona

Kendati demikian, Dr Van Keulen cukup optimis, ditambah lagi dengan adanya tambahan informasi tentang seorang wanita hamil selama wabah SARS tahun 2003.

“Wanita ini terinfeksi serius dengan virus SARS dan melahirkan bayi yang sehat pada usia 38 minggu. Antibodi terhadap virus itu ditemukan di ASI-nya. Virus corona sangat mirip dengan virus SARS. Maka menurut saya antibodi COVID-19 juga bisa ada di ASI,” papar Dr Van Keulen.

Berdasarkan informasi yang didapat tim energibangsa.id, studi ini  telah dilakukan sejak bulan april yang lalu oleh  Emma Children’s Hospital of Amsterdam UMC bekerja sama dengan Bank ASI Belanda.

Tidak hanya itu Emma Children’s Hospital of Amsterdam UMC  juga bekerja sama Departemen Virologi Eksperimental, Penelitian & Pengembangan Wageningen, Universitas Utrecht, Sanquin, dan Viroclinics [Gilban/EB]

Related Articles

Back to top button