fbpx
Dunia

Soal Vaksinasi: Netizen Malaysia dan Jerman Iri Lho, sama Indonesia!

SEMARANG, energibangsa.id—Ternyata, program vaksinasi yang sedang dijalankan Indonesia menjadi ramai di kalangan netizen internasional. Banyak yang memuji langkah cepat Indonesia dalam memulai program yang diharapkan akan memutus mata rantai penyebaran virus corona ini.

Di Malaysia?

Di Malaysia, para netizen beramai-ramai mengkritik pemerintahnya yang dirasa lambat dalam melancarkan program vaksinasi nasional. Netizen membandingkan dengan RI dan Singapura.

“Coba kalian bayangkan, vaksin Covid-19 sudah sampai di Singapura dan pekan ini sudah sampai juga ke Indonesia. Tapi, Malaysia baru akan meluluskan?,” ujar @IbrahimMatlsa, salah satu netizen Malaysia di Twitter.

“Kegilaan apa Malaysia ini, entahlah! Menteri pun gila sudah,” imbuh pria itu.

Seorang netizen lainnya, dengan akun @PisauKarat, memosting foto berita tentang vaksinasi yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Ia pun berkomentar “( Vaksin Covid-19) Indonesia sudah, Singapore sudah, Malaysia belum selesai juga dengan birokrasinya. Mungkin pertikaian soal komisi belum selesai”.

“Tak apa kita tunggu. Semoga komisinya dibagi sama rata agar cepat selesai dan rakyat cepat dapat vaksin Covid-19,” cuitnya lagi.

Di Jerman?

Tak hanya dari Malaysia, netizen dari negara maju seperti Jerman pun mengapresiasi program vaksinasi nasional Indonesia.

Mereka menyoroti kebijakan Indonesia untuk memberikan vaksin ke kelompok masyarakat dengan usia yang muda terlebih dahulu dibandingkan lansia.

Mereka merasa hal ini baik dilakukan. Karena kelompok umur muda memiliki antibodi yang baik untuk meredam efek samping pasca vaksin.

“Indonesia bahkan lebih pintar dari negara kita,” ucap akun@frt_faruk49 dalam postingan Instagram media Jerman Tagesschau yang berjudul “Indonesia Suntik Kelompok Muda Terlebih Dahulu”.

Program vaksinasi nasional Indonesia dijadwalkan akan berlangsung selama 15 bulan ke depan. Rencananya akan ada berbagai merek, vaksin yang digunakan dalam program nasional ini. (*)

Related Articles

Back to top button