fbpx
Kabar Daerah

Soal Renovasi Monumen Tentara Pelajar di Purworejo, Netizen: Turunkan Anak SD!

PURWOREJO, energibangsa.id—Gelombang penolakan renovasi Monumen Perjuangan Tentara Pelajar di bundaran jalan Tentara Pelajar terus mengalir dari berbagai kalangan.

Mengutip Sorot.co seperti dalam postingan Instagram @Purworejoku, Markas Cabang (Macab) Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Purworejo turut buka suara.

Ketua Macab LVRI, Ngadimin menyayangkan langkah Pemerintah Kabupaten Purworejo yang merobohkan kewibawaan Monumen Perjuangan Tentara Pelajar, khususnya meniadakan lambang negara.

Menurutnya, penggantian lambang negara Garuda Pancasila adalah langkah yang sama sekali tidak mencerminkan sosok negarawan.

“Sangat disayangkan (baca: renovasi Monumen Perjuangan Tentara Pelajar) mengganti patung Garuda dengan anak kecil, kami sangat tidak setuju”, kata Ngadimin, seperti ditulis Sorot.co, Senin (25/01/2021).

“Apalagi patung Garuda Pancasila sebagai lambang dasar negara yang sejak berdirinya negara diperjuangkan oleh kaum veteran,” ungkapnya.

Abaikan aspek sejarah

Ngadimin menjelaskan, pihaknya tidak menolak rencana pemerintah untuk mempercantik kawasan kota dengan membangun berbagai macam patung.

Namun menurutnya, pembangunan jangan dilakukan sporadis tanpa mempertimbangkan aspek kesejarahan dan nilai-nilai nasionalisme.

“Di samping itu, itukan patung peninggalan pejabat terdahulu. Kalau pingin bikin patung ya bikin di tempat lain hargai jerih payah pejabat terdahulu,” tandas Ngadimin.

Soal Renovasi Monumen Tentara Pelajar di Purworejo, Netizen: Turunkan Anak SD!
kritikan netizen atas renovasi monumen tentara pelajar di Purworejo

Kritik netizen!

Hingga saat ini patung bocah SD yang menggantikan lambang negara Garuda Pancasila masih kontroversi oleh masyarakat Purworejo.

Dalam pantauan energibangsa di Instagram @Purworejoku, netizen banyak memberikan kritik pedas.

Akun @sintasesotyaa, misalnya, merasa lucu dengan adanya patung bocah SD itu. Dalam bahasa Jawa, ia menulis “aku ngekek pas pertama dadi, hakok dadi cah SD cilik bgt”, tulisnya.

Berbeda dengan akun @aminmuzz yang menyayangkan penggantian patung itu. Ia merasa bahwa perjuangan pahlawan telah mati.

“RIP KOTA LAHIR PARA PAHLAWAN”, tulis IG @aminmuzz.

Sementara, akun @danangmmo menginginkan digantinya patung ‘bocah SD’ itu.

“Turunkan anak SD”, tulis @danangmmo, singkat. (dd/EB)

Related Articles

Back to top button