fbpx
Nasional

Soal PSBB, Mohammad Saleh Apresiasi Kebijakan Menko Perekonomian

SEMARANG, ENERGIBANGSA.ID – Dalam rangka menekan penyebaran covid-19, Ketua Komisi A DPRD Jateng, Mohammad Saleh ST, mengapresiasi kebijakan Menko Perekonomian terkait pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) nasional untuk Jawa-Bali mulai 11 hingga 25 Januari 2021 nanti.

“Sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Jateng, saya tentu medukung langkah kebijakan tersebut. Apalagi ini juga atas arahan dari bapak Menko Perekonomian,” jelasnya pada energibangsa.id pada Kamis (7/12)

Menurut politisi yang akrab disapa Bang Saleh itu, kebijakan ini perlu diambil untuk menekan tingginya penyebaran covid-19.

“Pak Airlangga, sebagai Menko Perekonomian pastinya sudah berhitung soal kebijakan ini, dan ini juga demi menekan tingginya penyebaran covid,” terangnya.

Bendahara DPD I Golkar Jateng itu berharap semoga kesehatan segera pulih, dan ekonomi segera bangkit.

Prihatin

Mohammad Saleh menyadari, adanya kebijakan PSBB ini lantaran di daerah-daerah memenuhi parameter dalam penanganan Covid-19.

Di antaranya keterisian tempat tidur rumah sakit baik ICU maupun isolasi di atas 70 persen, kasus aktif di atas tingkat nasional sebesar 14 persen, tingkat kematian di atas rata-rata nasional sebesar 3 persen dan tingkat kesembuhan berada di bawah nasional, yakni 14 persen.

Mohammad Saleh, ST, Ketua Infokom ISNU Jateng (foto: Andini Dian/energibangsa.id)
Mohammad Saleh, ST, Ketua Komisi A DPRD jateng (foto: Andini Dian/energibangsa.id)

Saleh bersyukur kapasitas tempat isolasi dan ICU di Jateng sudah batas aman. Masing-masing ICU 64 persen dan tempat tidur isolasi 71 persen.

“Tapi ya memang harus ada penambahan. Saya berharap kondisinya tidak semengerikan yang ada di media, karena beberapa tempat isolasi terpusat kami seperti Donohudan, BPSDM dan gedung pertanian di Temanggung kapasitasnya masih banyak,” ungkapnya.

Adapun beberapa pengetatan pembatasan masyarakat di antaranya membatasi WFO (Work from Office) hanya menjadi 25 persen dan WFH (Work from Home) menjadi 75 persen.

Kegiatan Pendidikan masih Online

Saleh juga menyebut bahwa kegiatan belajar mengajar masih akan daring, sektor esensial khusus kebutuhan pokok masih beroperasi 100 persen namun dengan protokol kesehatan ketat.

“semoga masyarakat Jawa Tengah bisa menghormati kebijakan ini, toh ini semua demi kebaikan bersama, kita tiarap sementara, biar corona cepat teratasi,” harapnya.

Selain itu, dilakukan pembatasan jam buka pusat perbelanjaan sampai pukul 19.00 WIB. Untuk restoran, jumlah tamu dibatasi maksimal 25 persen dan pemesanan makanan harus take away dan delivery bisa tetap buka. (yab/EB)

Related Articles

Back to top button