fbpx
Kabar Daerah

Soal PPKM, Panggah Susanto Apresiasi Kebijakan Menko Perekonomian

SEMARANG, energibangsa.id—Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM) di Jawa-Bali berlaku mulai hari ini, Senin (11/1/2021).

Secara umum, PPKM mirip dengan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) yang selama ini berlaku. Tetapi dengan sejumlah ketentuan baru untuk membatasi aktivitas masyarakat.

PPKM/ PSBB membatasi sejumlah kegiatan, dari bekerja, beribadah, bersekolah, hingga wisata. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah menerbitkan aturan berupa Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Aturan terbaru tentang PSBB ini menginstruksikan kepala daerah di Jawa-Bali untuk memberlakukan pembatasan kegiatan yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.

Soal PPKM, Panggah Susanto Apresiasi Kebijakan Menko Perekonomian
Sumber: perupadata

Apresiasi pada pemerintah

Ketua DPD Partai Golkar Jateng, Panggah Susanto melalui saluran telephone mengapresiasi langkah pemerintah dengan menerapkan PPKM.

Menurutnya, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat khususnya di wilayah Jawa Tengah sangatlah urgen. Pasalnya, Jateng menyumbang zona merah yang cukup tinggi.

Dalam laman resmi corona.jatengprov.go.id per Senin (11/1/2021), Jawa Tengah memiliki 10.876 pasien terkonfirmasi. Sementara, angka kesembuhan berjumlah 86.716 dengan angka kematian 6.466 kasus.

Panggah juga tak mengelak terkait wilayah Jawa Tengah yang diberlakukan PPKM, yakni antara lain Semarang Raya, Solo Raya serta Banyumas Raya.

Politisi Golkar Jawa Tengah itu juga mengajak seluruh kader partai dan anggota untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi kasus Covid-19.

“Saya minta kepada kader, pengurus dan semua fraksi. Termasuk anggota dan pimpinan DPR untuk turut berperan aktif mendukung program pemerintah”, ungkapnya.

“Salah satunya dengan penerapan PPKM yang dimulai sejak hari ini”, imbuh anggota DPR RI Fraksi Golkar (Dapil 6) Jateng itu.

“Kepada masyarakat, mari kita taati aturan pemerintah. Mari hindari kerumunan. Semua dilakukan demi keamanan dan kesehatan bersama. Kita minimalisir kegiatan luar rumah, dengan pola-pola work from home (WFH)’, pesannya (dd/EB)

Related Articles

Back to top button