Religius

Soal ‘Klepon Islami’, Ketua FKUB Jateng Buka Suara

ENERGIBANGSA.ID (Semarang Raya) – Kue klepon, bentuknya bulat seperti bola kecil berwarna hijau. Teksturnya lembut dan kenyal, serta biasanya disajikan dengan taburan parutan kelapa.

Saat digigit, bagian dalam klepon akan keluar cairan terbuat dari gula merah atau gula aren.

Jajanan tradisional khas Indonesia ini tengah menjadi sorotan banyak pihak, terutama oleh beberapa umat muslim tanah air karena dianggap oleh oknum sebagai kuliner yang tidak islami.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, Drs. H. Taslim Syahlan, menyerukan masyarakat Jawa Tengah untuk tidak terprovokasi isu klepon ini.

“Klepon tidak ada hubungannya dengan Islam atau tidak, makanan tradisional ini tidak memiliki agama, namun justru bisa menyatukan kerukunan umat beragama, misalnya dengan berbagi makanan klepon,” ujarnya melalui pesan seluler.

Taslim menegaskan, bahwa agama tidak bisa diidentikan dengan simbol-simbol tertentu, “apalagi disimbolkan melalui makanan,” lanjutnya.

“Jangan sampai pohon cemara nanti diidentikan dengan Kristen atau Katholik, lalu bunga kamboja diidentikan dengan Hindu, bunga teratai diidentikan dengan Budha, dan buah kurma diidentikan dengan Islam,” terangnya.

Kalau menurut sobat energi, apakah makanan memiliki agama? tentu saja tidak bukan?

Related Articles

Back to top button