fbpx
Nasional

Soal Kisruh Politik Demokrat vs PDIP, Begini Kata Pakar

SEMARANG, energibangsa.id—Kisruh politik antara Partai Demokrat dengan PDI Perjuangan tak kunjung berakhir. Pasca isu kudeta Partai Demokrat yang berusaha ‘menyeret’ istana, kini kekisruhan berlanjut dengan ‘tema’ lain.

Buntut panjang kisruh itu, eks politisi Partai Demokrat, Marzuki Ali tiba-tiba bercerita tentang Megawati Soekarnoputri yang kecolongan politik atas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Hensat!

Menanggapi perseteruan kedua partai itu, pakar politik Hendri Satrio (Hensat) menyebut ada pihak yang ingin menarik perhatian SBY dan Megawati.

Pihak yang vokal membela SBY dan Megawati, kata Hensat, ingin mendapat perhatian.

“Menurut saya, ini ada yang ingin menarik perhatian SBY, dan ada yang ingin menarik perhatian Bu Mega, gitu. Sebenarnya kan dua-duanya, setelah membela SBY dan Megawati, kemudian mereka pasti dapat perhatian SBY maupun dari Megawati,” sebut Hensat.

Menurut Hensat, usaha cari perhatian (caper) ini berasal dari masing-masing anak buah SBY dan Megawati. SBY dan Megawati dinilai lebih baik menertibkan anak buah masing-masing.

“Ini sih usaha caper anak buah masing-masing saja. Jadi sudah, menurut saya, SBY dan Megawati nggak usah ikut ke dalam pertarungan antaranak buahnya”, ujarnya.

“Kan dua-duanya adalah (mantan) Presiden Republik Indonesia. Sebaiknya juga bisa dikontrollah anak buahnya, cobalah berdebat untuk yang bisa memajukan Indonesia,” imbuhnya.

Berawal dari ‘SBY bilang Megawati kecolongan’.

Partai Demokrat versus PDIP sebelumnya panas lagi. Semua berawal dari cerita soal ‘SBY bilang Megawati kecolongan’.

Sedangkan, perihal SBY bilang Megawati kecolongan ini disampaikan mantan Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie.

Menurut Marzuki, pada 2004, SBY saat itu mengajaknya bertemu di hotel dan terjadilah obrolan soal ‘Megawati kecolongan’ ini.

“Pak SBY menyampaikan, ‘Pak Marzuki, saya akan berpasangan dengan Pak JK. Ini Bu Mega akan kecolongan dua kali ini’. Kecolongan pertama, dia yang pindah, kecolongan kedua dia ambil Pak JK. Itu kalimatnya.

‘Pak Marzuki orang pertama yang saya kasih tahu. Nanti kita rapat begini-begini’. Ada beberapa yang disampaikan ke saya, ‘nanti saya kenalkan ini, nanti gini‘,” ucap Marzuki Alie. (*)

Related Articles

Back to top button