fbpx
Kabar Daerah

Soal ‘Jateng di Rumah Saja’, Wihaji: Kami Punya Gaya Beda

BATANG, energibangsa.id—Gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’ yang diusulkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan mulai berlaku pada akhir pekan ini, 6-7 Februari 2021.

Sebelumnya, usulan mengenai gerakan itu disampaikan oleh Ganjar saat memimpin rapat evaluasi penanggulangan Covid-19, Senin (1/2/2021).

Terkait kebijakan itu, Bupati Batang Wihaji masih mempertimbangkan untuk melaksanakannya. Sebagai kepala daerah, ia masih berpikir soal ide Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Pertimbangan ekonomi masyarakat

Wihaji mengaku masih mempertimbangkan terkait jalannya roda perekonomian bagi para pelaku usaha terutama UMKM.

“Saya berpihak pada mereka untuk bisa beraktivitas, kecuali masyarakat yang tidak beraktivitas ekonomi, saya persilakan,” kata Wihaji, Rabu (3/2/2021).

Ia khawatirkan jika gerakan Jateng di Rumah Saja diterapkan pada akhir pekan, bakal mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Atau pelaku usaha yang ramainya memang pada Sabtu dan Minggu.

Disesuaikan kondisi lokal

“Kita mendukung programnya, tetapi Batang akan punya gaya yang berbeda menyesuaikan kondisi lokal. Terpenting hari ini fokus penerapan protokol kesehatan, ekonomi jalan, kasus Covid-19 berkurang,” jelas Wihaji.

Wihaji mengakui, pandemi Corona saat ini memang sangat menyulitkan pelaku usaha dan ekonomi masyarakat.

“Maka kita lagi cari cara dan formula yang tepat agar perekonomian rakyat kecil tetap jalan dan tidak terganggu aktivitas ekonominya,” ujarnya.

Wihaji lantas menyinggung negara lain yang terdampak pandemi Corona, disebutnya juga belum menemukan formula yang pas untuk menekan kasus Corona.

Untuk itu, pihaknya akan lebih mengintensifkan lagi Satgas Covid-19 dalam operasi yustisi agar warga tetap patuh terhadap protokol kesehatan dan PPKM dengan pembatasan jam operasional, pengunjung warung makan, restoran, wisata dan lainnya.

“Masyarakat juga diharapkan gunakan layanan pesan antar untuk mengurangi kerumunan, baik di pusat perbelanjaan maupun warung makan,” katanya.

“Maka kuncinya di prokes lebih ke masker dan cuci tangan. Apa gunanya dua hari di rumah saja kalau hari berikutnya tidak patuh prokes. Justru akan muncul masalah baru,” pungkas Wihaji. (*)

Related Articles

Back to top button