edy wuryanto
Anggota Komisi Sembilan DPR RI, Edy Wuryanto (doc: Tribunnews)
Nasional

Soal Dana Insentif Tenaga Medis, Edy Wuryanto: Pak Menteri Jangan Takut, Kalau Sudah Oke Langsung Cairkan!

0

ENERGIBANGSA.ID, SEMARANG – Anggota Komisi Sembilan DPR RI, Edy Wuryanto turut mempertanyakan terkait insentif bagi para tenaga medis khususnya yang terlibat dalam penanganan covid-19 tergolong lamban.

Seperti diketahui, Senin (29/6/2020) lalu. Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait lambannya pemberian insentif pagi tenaga medis.

“Pak presiden sedang mempercepat kerja Menkes. Karena memang lambat itu insentif tenaga mediknya. Meskipun datanya pak Presiden 1,54 persen itu memang kurang valid,” ujar Edy sebagaimana ditulis Tribunjateng.com, Rabu (1/7/2020).

“Tapi saya tidak mau bersoal terkait itu, saya lihat (ada) komitmen presiden untuk percepatan penanganan covid-19, termasuk insentif tenaga medik,” lanjutnya .

Ia mengatakan, pihaknya meminta agar penghitungan insentif dipercepat, dan prosesnya jangan terlalu panjang.

Edy Wuryanto menyebut, verifikasi intensif cukup sampai di Kemenkeu, tanpa harus di verifikasi ulang ke Kementrian Kesehatan.

“Verifikasinya dari dinas kesehatan langsung ke Menkeu saja. Kan juga 3,7 triliun rupiah itu langsung ke bupati/walikota sebagai DAK (Dana Alokasi Khusus),” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, anggaran untuk insentif tenaga kesehatan pemerintah mengalokasikan dana Rp 3,7 triliun secara bertahap melalui DAK. Anggaran tersebut untuk insentif tenaga kesehatan di daerah.

Kemudian, bagi tenaga kesehatan di wilayah pusat dilakukan melalui anggaran melalui Kemenkes anggarannya mencapai Rp 1,9 triliun.

Selain itu disiapkan juga santunan kematian sebesar Rp 60 miliar.

“Yang melalui menteri kesehatan kan hanya 1,9 triliun rupiah. Jadi menurut saya potong kompasnya sudah bagus. Sehingga para bupati/walikota yang mempercepat insentif medik,” ujar politisi PDIP Perjuangan itu.

“Pak menteri (Kemenkes-red) yang rumah sakit vertikal saja, dibawah kementrian. Misalnya RSUP Dr. Kariadi atau RSCM,” lanjut Edy yang juga menjabat Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah ini.

Dengan begitu, Edy menyebut mestinya tak ada alasan pemberian insentif bagi tenaga kesehatan terlambat.

“Nah ini yang kemudian dipermasalahkan Pak Presiden. Ngopo kok njlimet begitu loh. Yang penting kaidah-kaidah pengeluaran keuangan covid-19 itu memenuhi standarnya BPK dan KPK. Saya kira hanya persoalan itu.

Ia pun menghimbau agar menteri kesshatan tak perlu ragu dalam percepatan pemberian insentif tersebut.

Sebab keluhan tenaga medis saat ini disebutnya sudah memuncak.

“Pak menteri jangan ragu-ragu, jangan takut-takut kalau memang standar administrasinya sudah oke, (pencairan) segera dieksekusi,” ungkap Edy Wuryanto.

Harusnya Terima 7,5 juta

Sebagai Ketua DPW PPNI Jateng, Edy Wuryanto tak menampik jika banyak laporan terhadapnya terkait persoalan terlambatnya insentif para perawat di Jawa Tengah.

Terlebih, awalanya para perawat dijanjikan akan mendapat insentif sebesar 7,5 juta rupiah. Namun dalam perjalanannya, besaran insentif ini bervariasi tergantung dari kebijakan pemerintah daerah masing-masing.

“Dari sebagian besar DPD PPNI se Jawa Tengah, Kabupaten/Kota mengeluh. Yang mengeluhnya lambat, yang diterima juga jauh dari harapan. Kan dulu (anggarannya) 7,5 juta,” katanya.

“Tapi mungkin dananya terbatas, orang yang diberi insentif banyak, lalu para kepala dinas membagi sesuai dana DAK yang diterima dari menteri keuangan. Misalnya di Kabupaten Batang hanya 900 ribu rupiah untuk perawat. Tapi di Kabupaten Demak itu bisa 1,2 juta rupiah,” paparnya.

“Banyumas bisa 3 juta rupiah ditambah dengan APBD. Itulah, karena memang jumlahnya banyak, kemampuan masing-masing kepala daerah itu berbeda-beda ya akhirnya ada variatif perbedaan. Tapi menurut saya yang penting komitmen untuk apresiasi pada teman-teman yang melayani itu diperhatikan,” lanjut politisi asli Pepe Grobogan itu.

Sejauh ini, Edy menjelaskan jika belum semua perawat di Jawa Tengah menerima insentif daei pemerintah. Hanya saja, ia tak bisa menyebut secara pasti berapa jumlah tenaga medis yang belum mendapat insentif. Sebab data itu ada di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota masing-masing.

Meski begitu, ia menilai pemerintah sudah mengupayakan agar insentif tersebut segera sampai ke tenaga medis khususnya para perawat.

Di Jateng belum semua. Ya memang 3 bulan pertama mungkin Januari sampai April mungkin sudah diverifikasi, tapi yang ke depan kan memang itu bertahap. Tapi ya saya tetap meminta pemerintah cepat menghitung, cepat diusulkan, cepat diverifikasi, dan cepat dikeluarkanlah,” katanya.

“Tapi menurut saya ya mulai terselesaikan secara bertahap,” pungkasnya.

Semoga pencairan insentif tenaga medis segera cair ya, sobat energi.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Hari Bhayangkara, Polda Banten Bagi Sembako pada Tim Gugus Tugas

Previous article

Bangun Kerukunan, Walubi Jalin Silaturahmi dan Dialog Lintas Agama

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Nasional