fbpx
Daerah

Soal Angka Covid-19 Tertinggi, Ini Kata Dinkes Kota Semarang

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Melansir berita Kumparan (9/8), Satgas Covid-19 membeberkan masih ada 11 kabupaten/kota di Indonesia yang masih memiliki kasus aktif corona di atas 1.000 per 6 September 2020.

Tragisnya, berdasarkan data yang dijelaskan juru bicara Satgas Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, Kota Semarang di Jawa Tengah menempati posisi pertama dengan kasus aktif virus corona terbanyak.

“Kota Semarang 2.591 kasus,” ucap Wiku di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (8/9).

Jawa Tengah juga diketahui mengalami kenaikan kasus positif corona sebanyak 19,6 persen dalam sepekana terakhir. Dari pekan lalu 1.309 kini menjadi 1.566 kasus.

Baca Juga : Dianggap Resahkan Dunia Pesantren, Kadinkes Kendal Diminta Mundur

Kenaikan ini menjadikan Jateng provinsi ke-5 dengan kenaikan kasus tertinggi, di bawah Bali, Sulawesi Selatan, Riau, dan DKI Jakarta.

Jika dilihat dari laman corona milik Pemprov Jateng, hingga Selasa sore, kasus corona di Semarang yang terkonfirmasi mencapai 4.526 orang.

Dari jumlah itu, masih ada 410 yang menjalani perawatan, baik itu dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri.

Sementara itu, kasus sembuh di Semarang mencapai 3.606 orang, meninggal 510 jiwa, 106 suspek (PDP), dan 124 probable.

Colek Ganjar di Medsos

twitter
Tangkapan layar (screenshot) cuitan Ganjar Pranowo dalam Twitter @ganjarpranowo

Mengetahui hal itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui akun twitter pribadinya mencolek Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Ganjar juga mencolek Dinas Kesehatan Kota Semarang (DKK Semarang), BNPB dan Kementerian Kesehatan RI.

“Monggo pak @hendrarprihadi @dkksemarang dijelaskan datanya biar cover both side cc @BNPB_Indonesia @KemenkesRI”, cuit akun @ganjarpranowo, Rabu (9/9/2020).

Tak berselang lama, Dinas Kesehatan Kota Semarang menanggapi cuitan Gubernur Ganjar.

“Saat ini pihak kami sedang melakukan komunikasi dan konfirmasi dengan pusat. Berdasarkan data internal kami di Siagacorona (Data dari seluruh RS, Rumah Isolasi Rumdin, Diklat & Puskesmas) kasus aktif di Semarang saat ini sejumlah 549”, balas twitter @dkksemarang.

Banyak kalangan berharap tidak terjadi silang-sengkarut dalam pemutahiran data. Sebab selain terkesan serampangan dan kurang profesional, data tingginya angka Covid-19 justru memperburuk citra Semarang yang kini berangsur memulai adaptasi kenormalan baru.

“Ini justru mengganggu psikis warga, membuat loyo perekonomian dan menghambat segalanya”, ujar Indriyanto, warga Semarang yang juga konsultan hukum. (dd/EB)

Related Articles

Back to top button