fbpx
Kabar Indonesia

SMS Notifikasi BLT BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penipuan, Begini Cirinya

ENERGIBANGSA.ID — Direktur BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek), Agus Susanto, memastikan SMS blasting Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau subsidi gaji Rp 600.000 ke sejumlah pekerja calon penerima subsidi gaji karyawan bukanlah penipuan atau benar – benar berasal dari BP Jamsostek. Pada pesan yang asli ada tautan ke alamat situs resmi BPJS Ketenagakerjaan.

Mengutip Antara, Rabu (9/9), Agus mengatakan dalam beberapa hari terakhir banyak pekerja yang menanyakan perihal SMS yang masuk pada telepon seluler mereka yang berisi meminta peserta untuk masuk ke dalam tautan situs resmi BP Jamsostek.

Ia melanjutkan, tautan yang dikirimkan kepada masing-masing peserta merupakan tautan unik yang hanya dapat diakses oleh peserta penerima SMS berisi tautan yang dimaksud untuk pencarian BLT subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan.

Pesan yang dikirim BPJS Ketenagakerjaan yang diterima peserta berisi “Berdasarkan data kami, saudara calon penerima Bantuan Subsidi Upah dari pemerintah segera registrasi melalui link berikut: bsu.bpjamsoostek.id/.”

Peserta yang sudah berhenti bekerja dan mencairkan Jaminan Hari Tua atau JHT yang akan menerima SMS, dengan syarat masih tercatat peserta aktif pada 30 Juni 2020. Hal ini berarti, pekerja yang pekerja yang masih aktif bekerja tidak mendapatkan SMS notifikasi tersebut.

“Masyarakat pekerja dihimbau untuk selalu waspada terhadap potensi timbulnya penipuan hingga pencurian data,” imbau Agus.

Pekerja yang merasa termasuk kedalam kriteria dan sudah memenuhi syarat sebagai penerima BLT BPJS, cukup menunggu dana ditransfer ke rekening, tidak perlu memberikan data pribadi pada pihak yang tidak berwenang.

BLT BPJS Ketenagakerjaan atau bantuan BPJS membidik karyawan swasta dengan gaji kurang dari Rp 5 juta. Dimulai sejak 27 Agustus lalu, pencairan BLT akan dilakukan bertahap hingga akhir September 2020.

Untuk program subsidi gaji Rp 600.000, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 37,7 triliun dengan jumlah penerima kini mencapai Rp 15,7 juta pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan per Juni 2020.

Selama 4 bulan, penerima subsidi gaji karyawan akan menerima bantuan Rp 600.000 per bulan yang pembayarannya dilakukan 2 tahap atau Rp 1,2 juta setiap penyaluran.

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BP Jamsostek, Irvansyah Utoh Banja, sebelumnya merespons terkait pesan teks tersebut. Dia membetulkan bahwa pesan tersebut dari BP Jamsostek.

“Untuk itu BP Jamsostek berusaha menghubungi para peserta tersebut secara personal agar dapat melakukan konfirmasi terkait nomor rekeningnya, untuk dapat menjadi calon penerima BSU,” katanya.

Calon penerima bantuan subsidi diminta untuk segera melakukan konfirmasi sesuai petunjuk yang ada dalam pesan setelah mendapatkan pesan teks atas nama BP Jamsostek.

Hal ini merupakan upaya pendataan yang dilakukan BP Jamsostek bagi peserta yang sudah tidak lagi bekerja, tetapi masih aktif sebagai peserta BP Jamsostek hingga 30 Juni 2020. Sesuai kategori penerima pencairan BLT bantuan BPJS yang diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020.

“BP Jamsostek mendeteksi adanya peserta yang tidak bekerja lagi dan telah mencairkan JHT, sehingga tidak dilaporkan oleh pihak perusahaan dalam data nomor rekening untuk calon penerima Bantuan Subsidi Upah,” ujarnya.

Utoh melanjutkan, pekerja yang masih tercatat sebagai peserta aktif pada 30 Juni 2020 berhak mendapatkan BSU (subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan) sesuai dengan Permenaker 14 2020. (Annisaa/EB/kompas).

Related Articles

Back to top button