fbpx
Ekonomi & BisnisKabar IndonesiaPendidikan

SMK Swadaya Bangun Kerjasama dengan Komunitas Pengusaha di Jaringan Ciputra Group

ENERGIBANGSA.ID – Setelah sukses mendapatkan banyak penghargaan bergengsi di akhir tahun 2020, SMK Swadaya Semarang tak lelah berhenti berusaha untuk berupaya mendukung pemerintah dalam memetakan bonus demografi Indonesia, dengan mengoptimalkan sumber daya manusia generasi muda di sekolahnya.

Terbaru, SMK dengan fokus Manajemen Bisnis yang memiliki jurusan BDP (Bisnis Daring dan Pemasaran) dan jurusan AKL (Akuntansi Keuangan dan Lembaga) itu kini mencoba membangun kerjasama dengan Ciputra Group.

Yanuar Aris Budiharto, S.IP, Kepala Unit Usaha SMK Swadaya Semarang, menjelaskan pihaknya akan mencoba bersinergi dengan Ciputra Group, untuk membentuk pengusaha-pengusaha muda di program Ciputra Entrepreneur Club.

Menurut Yanuar Aris, kerjasama itu bisa dimulai dari penyelenggaraan workshop dengan tajuk “Mindset Kesuksesan untuk Wirausaha dan Anak Muda” dengan menggandeng Ciputra Entrepreneurs Club yang ada di Kota Semarang.

“paling tidak kita edukasi dulu anak-anak muda ini tentang pentingnya memiliki usaha sejak usia muda, dengan cara mempertemukan mereka dengan jaringan pengusaha di Ciputra Group,” tandasnya.

Aris mengaku, konsep itu telah disetujui dan didukung oleh Arif Witjaksono, S.Pd, selaku Kepala Sekolah SMK Swadaya Semarang.

“Prinsipnya, asalkan itu baik untuk sekolah, bagus untuk mendongkrak wawasan dan keilmuan peserta didik SMK Swadaya, saya dukung,” jelasnya pada energibangsa.id

SMK Swadaya
Retno Werdiningrum, SE Waka Humas SMK Swadaya bersama siswi-siswi berprestasi di bidang bisnis online (doc energibangsa.id)

Terpisah, Retno Werdiningrum, S.Pd Wakil Kepala Sekolah di Bidang Humas SMK Swadaya Semarang berharap melalui kerjasama yang terjalin tersebut dapat memunculkan ketersediaan lapangan pekerjaan dan inovasi-inovasi berwirausaha.

Kunci Negara Hebat

Head Of Ciputra Life Academy Benedikta Puspita mengatakan suatu negara dapat dikatakan maju dan sukses, jika jumlah pelaku usahanya mencapai 10 persen dari populasi penduduk. “Sedangkan sesuai data, jumlah pelaku usaha di Indonesia, baru mencapai 3,7 persen dari populasi penduduknya,” kata Benedikta.

Karenanya pihaknya ingin UMKM di setiap kota/kabupaten di Indonesia dapat didorong untuk tumbuh dan berkembang utamanya di masa pandemi saat ini.

Pihaknya melihat pelaku UMKM di Indonesia, kini mulai tumbuh dan banyak. “Hal itu menarik minat kami untuk turut berkontribusi melakukan pelatihan kewirausahaan. Hal ini berguna untuk peningkatan keahlian kewirausahaan hingga pengembangan relasi dan promosi,” tambahnya.

Related Articles

Back to top button