fbpx
Energi Muda

Skill Komunikasi Jadi Kunci Seorang Penyiar Radio

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Adalah Riri Novita, sosok Srikandi yang tangguh dalam dunia penyiaran; radio. Namanya tak hanya diakui kebolehannya di jagad penyiaran di Kota Semarang, namun juga dikenal dalam berskala nasional.

Riri Novita, praktisi penyiaran radio sejak tahun 2000 dan aktif siaran hingga sekarang. (ANTARA)

Betapa tidak, sosok muda dengan nama asli Ari Yusmindarsih itu pernah menjadi penyiar di beberapa radio di Semarang hingga Jakarta. Beberapa stasiun radio yang pernah dijadikan ruang “cuap-cuap” antara lain Radiks FM, PAS FM, Trijaya FM, FeMale FM, UPRadio, dan Pro Alma FM.

Cewek alumnus Magister Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tersebut dikenal sebagai praktisi penyiaran radio sejak tahun 2000. Ia bahkan masih aktif siaran di radio-radio lokal Semarang hingga sekarang.

Internet sebagai tantangan sekaligus peluang

Riri yang juga trainer public speaking di beberapa instansi dan konsultan media menyebut adanya tantangan besar dalam dunia industri penyiaran dewasa ini.

Ia menyebut, tantangan berat tersebut tak lain adalah internet. Sebab, orang-orang saat ini sedang gemar membicarakan all about internet. Meski begitu, Riri mendorong radio harus bisa bertransformasi dalam menggaet pangsa pasar yang lebih luas.

Internet harus didedikasi menambah kekuatan eksistensi radio. Sebab, selain bisa diakses lewat analog, jangkauan siarannya juga bisa lebih luas yakni melalui siaran streaming.

Dengan adanya internet, persoalan radio tak ‘sekonyong-konyong’ berhenti mendadak. Sebaliknya, pasar internet yang luas dapat dijadikan garapan yang lebih luas pula. Dan itupun diperlukan tim yang memiliki kemampuan dan pengetahuan dasar mumpuni.

Ya, menjadi seorang penyiar memang tak sebatas ‘cuap-cuap’ di depan microfone. Perempuan yang juga dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Semarang itu menegaskan pentingnya skill komunikasi bagi seorang penyiar radio.

Menurut Riri, menjadi penyiar itu harus memiliki skill komunikasi, pandai beradaptasi serta menguasai karakter yang kuat. Tujuannya tidak lain menjadi figur yang gampang dikenal, serta berciri khas.

Berprofesi penyiar radio, sebenarnya tak sekedar menyiarkan. Menurut Riri, seorang penyiar radio memiliki pertanggungjawaban sosial terhadap publik. Oleh karenanya, dia harus memiliki kemampuan dan pengetahuan yang baik. Dengan begitu, fenomena internet tak menjadi soal bagi survive-nya radio.

Penyiar radio yang qualified justru akan mempunyai penggemar loyal. Ia bisa memanfaatkan media sosial seperti twitter, instagram, youtube maupun facebook. Nah, dengan begitu secara langsung maupun tak langsung—sosok penyiar itu akan mendongkrak keberadaan radio di tengah masyarakat. (dd/EB)

Related Articles

Back to top button