Olahraga

SKATERZ Bikin Bangga, Mengawal Jalan Terjal Persekat Tegal Naik Kasta

ENERGIBANGSA.ID – Selama ini Tegal terkenal di seantero nusantara karena warteg-nya, tapi tidak dengan kesebelasan sepakbolanya. Nama kesebelasan sepakbola Tegal begitu asing, bahkan di kalangan pecinta sepakbola nasional sendiri.

Di dunia sepakbola, Tegal bisa dibilang cenderung nirprestasi, selalu berkutat di level terbawah liga Indonesia dan tidak rutin mengikuti liga resmi. Bahkan jika tidak didesak oleh supporter, Persekat Tegal tidak akan ikut kompetisi, karena dana yang dibutuhkan untuk membangun tim memang besar.

Begitulah keadaan Persekat Kabupaten Tegal, kesebelasan yang saat ini sepertinya masih berstatus pelat merah alias berada di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Tegal.

Berubahnya format kompetisi dalam kurun waktu 15 tahun terakhir tidak mengubah nasib Persekat, yang seolah ditakdirkan menjadi penghuni tetap level terendah. Persekat terus berkubang di kompetisi amatir: dari Divisi II B, Divisi III, Liga Nusantara, lalu Liga 3.

Namun mulai tahun 2020, masyarakat Tegal di seluruh nusantara layak berbangga karena tim sepakbolanya untuk kali pertama dalam sejarah naik kasta ke Liga 2: sebuah awal kompetisi profesional.

Patut dicatat, Perjuangan Persekat untuk menuju lolos Liga 2 tidaklah mudah. Laskar Ki Gede Sebayu mengalami banyak rintangan. Dari kalah di final liga 3 Jawa Tengah oleh Persiku Kudus dan pindah homebase ke Stadion Yos sudaro Kota Tegal dikarenakan Stadion Trisanja Slawi Tidak layak untuk homebase dalam liga 3 Nasional. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah rentetan jalan terjal Persekat Tegal di Liga 3.

Petinggi Klub Dipenjara

Sejak Dipimpin Agus Riyanto (Bupati Tegal periode 2004-2009 dan 2009-2014), Persekat menjadi salah satu tim yang disegani di Divisi II B Jawa Tengah. Prestasi tertinggi ditorehkan di tahun 2009, saat Laskar Ki Gede Sebayu menembus putaran Nasional Divisi III (32 Besar).

Namun Persekat kurang beruntung. Tergabung di Grup E yang dihelat di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Persekat hanya menjadi juru kunci, dan bias ditebak, Persekat gagal promosi ke Divisi II.

Setelah itu, masa-masa suram sepakbola Kabupaten Tegal mulai datang bagai mimpi buruk tanpa jeda. Di periode kepemimpinannya yang kedua, Agus Riyanto terseret kasus riswah yang membawanya ke balik jeruji.

Paska ditinggal petinggi klub yang masuk bui, Persekat tak punya dana untuk ikut kompetisi. Sejak itu, Persekat seperti punya tombol on-off untuk absen di tahun 2010 dan 2011.

Saat itu Belum Punya Basis Massa

Meski begitu sikap oportunis pengurus membawa Persekat yang nyaris naik ke Divisi II di tahun 2013 patut diapresiasi, dualisme liga saat itu dimanfaatkan pengurus dengan mengikuti dua liga.

Namun uniknya, di masa-masa suram tersebut, gerakan mendukung Persekat secara terorganisir justru dimulai. Sebuah fanspage dan grup pada media social Facebook, mempertemukan anak-anak muda yang pada usia sekolah dan kuliahnya sempat menyaksikan keseruan aksi pemain Persekat di Stadion Tri Sanja, Slawi.

Menengok ke belakang, di awal tahun 2011, anak-anak muda yang peduli sepakbola Tegal-Slawi melakukan kopi darat dengan pikiran yang lebih matang, mereka bercerita tentang kenangan Persekat masa lalu sebagai cikal-bakal sepakbola Tegal di awal-awal.

Tidak hanya tentang kenangan, rasa miris melihat Persekat yang kerap mati suri dan tidak kunjung naik kelas menjadi alasan mengapa mereka merasa perlu bergerak dan mendesak para stakeholder untuk tetap membangun tim meski dengan keterbatasan finansial.

Desakan Supporter: The Power of SKATERZ

SKATERZ yang awalnya hanya merupakan gerakan diskusi di dunia maya akhirnya mewujud menjadi gerakan kolektif di dunia nyata dengan tujuan yang sama: mendukung Persekat di mana saja dan kapan saja, mendorong Persekat berkembang dan naik kelas, serta menyatukan dukungan warga Tegal yang selama ini terpecah belah karena ada dua tim kebanggaan.

Misi pertama SKATERZ adalah berusaha mendatangkan banyak orang ke Stadion Tri Sanja untuk mendukung Persekat. Langkah awalnya adalah memperkenalkan Persekat kepada warga Tegal sendiri.

Waktu itu, sepakbola Tegal nyaris tidak pernah terekspos media lokal, apalagi nasional, merupakan salah satu penyebab tidak banyaknya warga Tegal yang tahu bahwa Tegal juga memiliki kesebelasan sepakbola.

Maka SKATERZ membuat inisiatif strategi. Beberapa orang “ditanam” di stadion untuk memantau kegiatan kesebelasan dan mewawancarai pengurus. Beberapa yang lain menyebarkan informasi yang diperoleh rekan di lapangan melalui media sosial. Aktivitas di stadion, sejarah, jadwal dan hasil pertandingan serta penjualan pernak-pernik kesebelasan menjadi senjata awal pengumpulan massa.

Propaganda juga mulai dilakukan untuk memengaruhi suporter kesebelasan liga atas yang “membuka cabang” di Tegal. Kalimat propaganda yang sering didengungkan di akhir postingan adalah “wong Tegal sejati ndukung kesebelasan Tegal asli”.

Media sosial sebagai rahim kelahiran SKATERZ benar-benar dimanfaatkan, termasuk dengan “mengebom” informasi tentang Persekat di grup-grup Facebook yang berembel-embel Tegal.

Strategi itu tersebut tidak serta-merta membuahkan hasil. Pada ajang Divisi III tahun 2012, terlihat baru sekitar puluhan orang yang berkenan hadir di stadion. Namun perlahan tapi pasti jumlah tersebut terus berlipat ganda. Meskipun tim senior absen pada Liga Nusantara 2014, tim junior Persekat sempat mengikuti Liga Soeratin U-17 Zona Jawa Tengah. Pada ajang tersebut ratusan suporter mulai meramaikan Tri Sanja.

Seruan “wong Tegal sejati ndukung kesebelasan Tegal asli” mulai menunjukkan hasilnya. Saat itu warna biru, oranye, hijau, dan lainnya mulai bersedia membaur dengan warna merah — warna kebanggaan Persekat — dan bersama-sama mengumandangkan lagu dukungan untuk Laskar Ki Gede Sebayu.

Tidak pernah ikut Liga Nasional

Jika melihat sejarah Persekat di Wikipedia, Persekat memang tidak pernah ikut liga nasional. Maka menjadi wajar jika misi SKATERZ yang kedua adalah membuat Persekat eksis di liga nasional.

Misi itu jelas tidak mudah, karena musuh utamanya adalah tidak adanya kucuran APBD dan lepas tangannya Pemkab Tegal pada sepakbola. Askab PSSI Tegal sendiri sudah memisahkan diri dengan kepengurusan Persekat, dan masalah semakin pelik karena setelah itu tak ada pihak yang mau mengambil alih tampuk manajerial.

Di level ini, SKATERZ benar-benar all out, bahkan bisa dibilang kebablasan untuk ukuran “kewenangan” supporter, pasalnya SKATERZ malah ‘keliling’ dan ‘blusukan’ mencari orang-orang yang mau mengasuh Persekat.

Setelah itu, dari tahun 2015 hingga 2017 Persekat akhirnya bisa rutin mengikuti liga. Setiap mau menjelang kompetisi, SKATERZ selalu sibuk blusukan mencari pihak yang mau menangani. Tercatat dalam tiga musim tersebut, pengusaha lokal, bos sepakbola tarkam, dan mantan Sekda Kab. Tegal secara bergilir menjadi caretaker Persekat dengan rekomendasi dari Askab PSSI Tegal.

Tidak Punya Logo Klub

Logo klub tidak hanya sekedar simbol, tapi juga memiliki kultus dan kesucian tersendiri. Uniknya, Persekat dari jaman dulu hingga 2015 tidak punya logo. Dalam arti, logo Persekat sama persis dengan logo Pemkab Tegal.

Pada 2015 SKATERZ juga mendesainkan logo baru untuk Persekat, menggantikan logo Pemkab Tegal yang selama ini dikenakan. Laga Persekat yang selama ini dapat disaksikan tanpa tiket juga mulai dikenakan tiket, di mana desain, penyediaan, dan penjualan tiket ditangani sendiri oleh SKATERZ. Nah, benar-benar gila! SKATERZ ini lebih dari sekedar supporter. Bagi Persekat, mereka adalah dewa.

SKATERZ juga mulai mengintensifkan promosi laga Persekat dengan membuat pamflet yang kemudian di-copy untuk ditempelkan di kampung masing-masing, untuk melengkapi promosi di media sosial.

Hingga saat ini pun setiap akun media sosial dengan nama “Persekat Kabupaten Tegal” seluruhnya masih dikelola pihak suporter, termasuk dukungan dokumentasi-dokumentasi tiap laga dan acara. Walaupun masih jauh dari tampilan profesional, informasi di dalamnya cukup handal dan terpercaya.

Klub Tidak Punya Kitman dan Tak Mampu ‘Membeli’ Jersey

Sepakbola lokal dan minim prestasi sangat jarang dilirik apparel untuk menjadi sponsor. Belum lagi supporter belum banyak terbentuk, manajemen juga tak ada dana.

Keterbatasan dana itu akhirnya membuat SKATERZ sempat menyumbang jersey untuk Persekat, turun ke jalan mengumpulkan dana dan merelakan beberapa anggotanya menjadi kitman sukarela untuk membantu saat latihan dan pertandingan.

Semua hal Persekat diurus SKATERZ, mulai logo, jersey, mencari sponsor, mencari manajemen, mencari pelatih, kitman. Apakah ada supporter lain yang segila SKATERZ? Jika ada, sebut saja di kolom komentar beserta alasannya.

Semua diurus oleh mereka, bsia dikatakan hanya satu hal yang tidak disentuh SKATERZ, yaitu masalah teknis yang terkait langsung dengan permainan sepakbola itu sendiri, seperti penentuan pemain, strategi, dan permainan di lapangan.

Praktis, dengan segala keterbatasan tersebut Persekat tidak bisa berbuat banyak di Liga Nusantara 2015, Liga Nusantara 2016 dan Liga 3 2017. Dalam tiga tahun tersebut, setiap tahunnya Persekat hanya menang sekali dan tidak pernah lolos putaran pertama di level provinsi. Akan tetapi, dengan segala keterpurukan, animo masyarakat justru meningkat.

Kalah di final melawan Kudus

Kekalahan, berapapun skornya adalah soal harga diri. Bukan hanya soal angka, tapi soal cinta dan tanggungjawab kepada para penggemarnya. Kekalahan di partai final akan selalu dikenang, dan itu mengganggu secara psikologi.

Meski kalah tipis dari Persiku, namun Laskar Ki Gede Sebayu membayar penuh kekalahan itu dengan tiket promosi ke Liga 2, sedangkan Persiku sendiri, meskipun menang di laga final, tetapi di babak knock out selanjutnya malah gagal melenggang.

Sedangkan Persekat Tegal, pasca kekalahan di final Liga 3 Provinsi itu justru semakin mengamuk, seakan ingin membuktikan bahwa tim Persekat lah tim Tegal sesungguhnya.

Perjuangan sepak bola Kabupaten Tegal sangat luar biasa. Rentetan cobaan dalam mengikuti liga 3 Jawa Tengah dan liga 3 Nasional pun dilaluinya dan menjadi cerita sejarah persepakbolaan Kabupaten Tegal.

Kiper Cedera Parah di Tengah Laga

Penjaga gawang Persekat Kabupaten Tegal Rudi Nurdin Rajak harus dilarikan ke RSKB Halmahera Siaga Bandung, Minggu (22/12) malam. Dia menderita cedera setelah ditendang salah seorang pemain PS Abadi Riau saat laga perdana Grup Barat 8 Besar Liga 3 Nasional di satadion Siliwangi Bandung.

Pengurus Persekat Ilham Marsantyo, mengatakan bahwa permainan keras menjurus kasar memang diperagakan pemain PS Abadi Pekanbaru dari awal laga menjadi awal mula bencana.

Puncaknya saat Rudi Nurdin terkena tendangan di dadanya di pertengahan babak babak kedua, hingga akhirnya dilarikan ke RSKB Halmahera Siaga Bandung.

Setelah dirontgen, tambah Ilham Marsantyo, Rudi langsung dibolehkan pulang. Hasil pemeriksaan menyebutkan penjaga gawang andalan Persekat itu tidak mengalami patah tulang atau cedera serius di bagian dadanya.

Langkah ini tidak mudah, kipper merupakan tembok pertahanan terakhir, tidak hanya soal fisik, tapi juga soal mental. Mengganti penjaga gawang di tengah laga dan ketatnya kompetisi adalah sebuah tragedi.

Supporter Persekat Kecelakaan di Tol

Dalam euphoria promosi naik kasta ke liga 2 tahun depan, rombongan suporter klub sepak bola Persekat Kab. Tegal atau yang sering disebut Skaterz mengalami kecelakaan di lalu lintas di daerah Plumbon Cirebon pada Senin malam sekitar pukul 04.00 (23/12/2019) pagi.

Ini menjadi tragedi bagi para pecinta sepakbola Indonesia, terutama Tegal, karena dalam insiden itu ada korban meninggal dunia, dan lainnya luka berat.

Nurohman menjelaskan, dalam mobik tersebut, korban meningggal Ihkwanu Sofa Banumerta  dari Tembok Luwung. Korban Luka berat Hafid dari Curug, patah tulang tangan kiri. Yanuar dari Lebaksiu patah tulang tangan kiri. Azid dari Kudaile, patah tulang hidung dan luka ringan, Aditya dari Pagongan, Irzi dari Lebaksiu, dan untuk korban yang selamat David dari Tembok Luwung (sopir), Zidab dari Kademangaran dan  Nanang dari Lebaksiu.

Hal ini akan menjadi sejarah yang tidak boleh dilupakan oleh publik sepakbola Tegal, bahwa supporter Persekat yang rela menanggung resiko hingga mati demi mendampingi tim kebanggaannya. Pemain Persekat wajib mengenang tragedi tol ini sebagai motivasi mereka membela kebanggan kota warteg itu.

Dukungan dari Pemain Timnas U-22

Meski penuh liku-liku, namun dukungan publik tanah air kepada Persekat tegal tak pernah sirna. Irkham Zahrul Mila, Pemain Timnas Indonesia U-22 yang kini bermain di liga 1 bersama Club PSS Sleman, yang saat ini sedang mudik di kampung halamannya, di Adiwerna Kabupaten Tegal mengaku masih sering memantau perkembangan Persekat, dan menonton tim kebangga Tegal tersebut melalui seluler.

“Kebetulan liga 1 sudah libur jadi saya pulang ke Tegal. Permainan Persekat cukup bagus, walaupun kalah lawan PSKC Cimahi, Persekat tetap lolos ke liga 2, karena di pertandingan lainnya Persidi kalah. Kami dan keluarga senang dan bangga klub kebanggaan warga Kabupaten Tegal dan sekitarnya bisa masuk ke kasta liga 2 2020 tingkat Nasional. Persekat telah mengukir sejarah baru di ajang sepak bola Nasional.”

Di tempat terpisah, salah satu suporter fanatik Persekat, yang selalu disebut dengan Skaterz dan suporter lainya, Nuansa Gilang mengaku tidak bisa hadir menemani Persekat di Stadion Siliwangi Bandung, akan tetapi selalu mendukung dan memberi dukungan lewat Nobar yang diadakan di berbagai lokasi, Transstudio, Baldes rembul, Pagedangan Adiwerna, Baldes Kajen, Cafe Golel Margasari, Lapangan Batminto Desa Bukateja dan tempat lainnya.

“Pencapaian luar biasa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Persekat menembus kompetisi kasta kedua. Sepanjang sejarah berdirinya Persekat selalu bermain di kasta terendah. Para pemain yang bermain dengan sepenuh hati dan konsistensi Skaterz yang selalu mendampingi dalam kondisi terburuk bersinergi manis dengan kerja keras manajemen,” ujarnya.

Perlu diketahui, sejak tahun 2015 dua tribun Stadion Tri Sanja yang berkapasitas sekitar 5.000 orang selalu penuh setiap Persekat berlaga, dan sudah tidak ada yang membawa atribut kesebelasan kota lain.

Usaha yang dirintis SKATERZ sejak tahun 2011 tidak sia-sia. Di samping itu, masyarakat juga memang haus tontonan dan butuh sesuatu dari kota untuk diidolakan Bersama.

Kini Warga Kabupaten Tegal dan sekitarnya, Skaterz serta Suporter bola nusantara lainya yang turut menjadi saksi sejarah promosinya Persekat ke Liga 2. Mari kita sambut Tim kebanggan Tegal ini dengan penuh cinta. Welcome to Liga 2.

Related Articles

Back to top button