Essai

Si Pejuang Jerawat ‘Melawan’ Society?

Annisaa Wahyu Utari, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Aduh, memiliki jerawat di wajah ternyata bak menjadi momok bagi kebanyakan orang. Fiks, jerawat di wajah berarti wajib ditutup lakban, masker atau make up tebal. Agar jerawat tak jadi sasaran bully citizen.

Jerawat sesungguhnya bukan perkara aneh, bahkan sangat normal bagi seseorang menuju usia puber. Namun di luar itu, timbulnya jerawat pada dasarnya bisa diakibatkan hormon atau pola makan yang buruk.

Melawan jerawat = melawan society?

Seseorang yang memilki jerawat memang kudu kuat, mental harus setebal baja. Karena, citizen apalagi netizen pasti ‘criwis’ dan bikin merah telinga.

Salah satu cara melawan jerawat adalah dengan mencoba banyak produk agar jerawat hilang. Mulai dari produk high-end sampai racikan tradisional. Tapi  tetap saja tuh, jerawat nyaman tinggal di wajah.

Apalagi, baru-baru ini muncul filter jerawat yang justru dijadikan konten ‘prank’ bagi kaum good-looking yang wajah aslinya ‘mulus bak porselen’. Makin bikin geram!

Nah, bila sobat energi kebetulan saja mempunyai jerawat di muka atau lainnya. Udah deh, lebih baik dibikin santai saja, ya?.

Tapi, gimana lagi ya? Sebab punya satu saja jerawat di wajah pasti langsung bikin nggak PD alias insecure, apalagi jerawatnya ‘semuka-muka’, hadeuuh….

Tiap kali ngobrol sama orang lain, bukannya fokus ke apa yang diomongin, malah tertarik ke si merah besar di wajah. Alhasil, obrolan pun dijeda dengan pertanyaan ‘ih kok sekarang jerawatan?’ atau ‘eh mukanya kenapa?’.

Jerawat itu ada banyak jenisnya loh sob! Ada yang kecil, besar, berwarna merah, ada yang bernanah pula. Letaknya pun sesuka hati dia, mau di dagu, pipi, hidung, bahkan di pinggir bibir sekalipun. Huft! Ngeselin lagi kalau ada jerawat di jidat, kalo pas lagi shalat jadi ‘kegencet’ deh. Duhh, sakitnya bukan main!

Orang yang berjerawat juga sering dicap sebagai orang yang jorok dan tidak pernah merawat diri. Eit!! Jangan salah, justru orang yang berjerawat biasanya akan lebih hati-hati, berusaha memperbaiki pola makan dan pola hidup. Tak lupa pula memakai produk skincare yang top-cer.

Mendengar kisah para pejuang jerawat, mereka sering merasa tersingkirkan karena dianggap wajahnya tidak mulus. Banyak yang mengaku, ibarat pas lagi ada jerawat dirinya disia-siakan. Tapi pas jerawat menghilangkan, baru dipuja-puja.

Memang, paras dan penampilan menjadi hal utama yang akan dinilai orang lain terutama ketika baru bertemu. Tapi, beri kesempatan juga dong bagi si pejuang jerawat buat menunjukkan sisi lain dari dirinya.

Nggak ada seorang pun yang ingin punya jerawat, tau! Tapi kenormalan untuk memiliki jerawat seakan dibungkam habis oleh masyarakat dengan standar kecantikan seseorang yang harus memiliki wajah mulus bersih bagai boneka ‘barbie’.

Ingat ya, punya jerawat itu manusiawi kok. Bukan berarti jorok atau tidak merawat dirinya. Dan satu hal lagi, yang dibutuhkan si pejuang jerawat tuh solusi dan juga motivasi. Bukan sindiran atau nyinyiran yang bikin sakit hati. So, tetap semangat dan sabar ya, pejuang jerawat!! (*)

Related Articles

Back to top button