Kabar IndonesiaKesehatan

Shifa Qorib Nasrullah, Mahasiswa Upgris Pencipta Wayang Bakteri

SHIFA QORIB NASRULLAH, MAHASISWA UPGRIS PENCIPTA WAYANG BAKTERI

ENERGIBANGSA.ID – Siapa yang tidak tahu tentang wayang? Wayang merupakan warisan budaya bangsa yang peminatnya masih banyak namun harus perlu dilestarikan lagi karena terdapat pesan moral, sebagai media hiburan, menambah pengetahuan yang berguna bagi masyarakat dalam menunjang kehidupan sehari-hari.

Di Indonesia, sudah muncul wayang dengan menambahkan inovasi-inovasi namun tidak meninggalkan kesan idealismenya sebagai daya tarik tersendiri untuk memikat masyarakat agar tidak mudah bosan dan lebih memahami pesan apa yang disampaikan.

Salah satu inovasi wayang berasal dari mahasiswa Universitas PGRI Semarang jurusan pendidikan biologi bernama Shifa Qorib Nasrullah yang menciptakan wayang bakteri. Karena ingin mengajarkan dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pola hidup sehat untuk menghindari terjangkitnya berbagai penyakit.

Shifa mengaku bahwa idenya menggunakan wayang ini terinspirasi dari kisah Walisongo saat menyebarkan agama dengan menggunakan pendekatan budaya. Wayang dianggap dapat diterima di semua kalangan karena bentuknya yang menarik dan lebih efektif.

Dilansir dari TribunJateng.com, Ide yang lain muncul karena banyak masyarakat yang tidak memiliki kesadaran pentingnya dalam menjaga kebersihan terutama saat akan makan, banyak yang menyepelekan pentingnya mencuci tangan sebelum makan karena bisa saja ada bakteri jahat yang menimbulkan penyakit. Tidak hanya itu, masih banyak masyarakat Semarang yang suka jajan sembarangan padahal belum tentu higienis.

Masyarakat tidak menyadari bahan apa saja yang digunakan,bagaimana cara pembuatan makanan tersebut bisa saja bukan mendapatkan kenikmatan dan rasa aman malah mengundang penyakit untuk datang seperti gangguan pencernaan, demam, sakit perut, diare, tipus, keracunan makanan dan masih banyak penyakit yang ditimbulkan akibat tidak menjaga kebersihan dan jajan sembarangan.

Tokoh yang digunakan pun tidak jauh-jauh dari tokoh Punokawan ditambah tokoh wayang yang berbentuk bakteri, penjual makanan beserta gerobaknya, dan lain sebagainya. Bahan dasar yang digunakan untuk membuat wayang bakteri sangat sederhana, tidak terbuat dari kulit seperti pada umumnya, melainkan hanya menggunakan kertas dengan gambar yang lucu.

Jalan ceritanya sederhana agar mudah dipahami dan dilakukan oleh masyarakat secara maksimal untuk mengenal bahwa dampak yang ditimbulkan bakteri sangat berbahaya jika tidak dapat diatasi. Saat ini, wayang bakteri masih dipertunjukkan di lingkup kampus dan pengalaman ketika KKN UPGRIS.

Shifa berharap Wayang Bakteri ini bisa diperlihatkan kepada masyarakat untuk lebih memahami dan peka terhadap pentingnya menjaga kebersihan baik di kalangan anak-anak maupun orang dewasa.

Bagaimana Sobat Energi? Apakah kisah mahasiswa UPGRIS ini menginspirasi kalian untuk terus berinovasi dan berkretivitas dalam mendapatkan manfaat bersama?

Related Articles

Back to top button