Kesehatan

Setujukah, Jika Biaya Rapid Test Rp 150 ribu ?

ENERGIBANGSA.ID (Jakarta) – Rapid test ! Ia sungguh menjadi barang fenomenal. Konon, biaya rapid test selama ini sangat mahal dan menjadi ladang perdagangan di tengah krisis.

Surat edaran biaya rapid rest Kementerian Kesehatan RI.

Padahal, alat itu sebenarnya hanya dapat menguji anti body seseorang, namun digunakan untuk mendeteksi penularan virus corona serta digunakan sebagai syarat masyarakat bepergian dengan pesawat, kereta api, dan kapal.

Salah satu anggota Ombudsman, Alvin Lie, turut menyoroti kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) soal batas biaya rapis test virus corona sebesar Rp 150 ribu. 

“Ini membuktikan bahwa selama ini biaya rapid test itu harganya gila-gilaan dan sudah menjadi komoditas dagang. Kenyataannya bisa ditekan menjadi Rp 150 ribu,” ungkap Alvin dalam pernyataannya, Rabu (8/7).

“Yang kedua ini juga membuktikan bahwa rapid test itu sebetulnya tidak mendeteksi apakah seseorang itu tertular COVID-19 atau tidak, hanya tes anti body,” ujar Alvin.

Alvin mendorong alat pemeriksaan yang ada saat ini lebih baik digunakan untuk penanganan virus corona di daerah-daerah zona merah dan memeriksa orang-orang yang dinyatakan suspect virus corona.

“Sebaiknya alat tes yang tersedia dimanfaatkan untuk pelayanan bagi daerah-daerah yang dikhawatirkan terjangkit, daerah merah atau orang-orang yang memang suspect tidak menjadi syarat administratif untuk perjalanan menggunakan pesawat, kereta atau kapal,” pungkasnya.

Nah bagi Anda semua, setujukan rapid test berbiaya Rp 150 ribu ? Atau malah tak perlu ada rapid test ?!

(artikel ini disarikan dari kumparan, 8 Juli 2020)

Related Articles

Back to top button