fbpx
Nasional

Setelah Viral, Begini Nasib Polisi Pemeras Turis Asal Jepang

ENERGIBANGSA.ID (Jembrana, Bali) – Warganet belum lama ini heboh oleh video dua oknum anggota polisi yang diduga melakukan pemerasan pada turis asal Jepang.

Hasil tangkapan layar video polisi yang diduga melakukan pemerasan pada turis asal Jepang di Bali

Video tersebut diunggah oleh akun instagram @makassar_iinfo. Dalam video itu oknum polisi bernama MD W meminta uang sebesar Rp1 juta untuk penalti karena lampu kendaraan turis tersebut tidak menyala.

Dalam video itu, terlihat pelaku memberhentikan sepeda motor. Kemudian, oknum polisi itu mulai memeriksa kelengkapan surat kendaraan dan izin mengemudi turis yang diberhentikan itu.

Oknum polisi itu menemukan sejumlah pelanggaran dari turis tersebut, dan turis tersebut mencoba memberikan uang Rp100 ribu kepada pelaku. Namun, oknum polisi itu kemudian meminta uang sebesar Rp1 juta untuk penalti. 

Karena tidak memiliki cukup uang, turis tersebut hanya memberikan Rp900 ribu. Kemudian, oknum polisi tersebut menerimanya dan mengatakan jumlah tersebut sudah cukup.

Nah, bagaimana nasib polisi tersebut setelah videonya viral?

Dua oknum polisi di dalam video itu akhirnya diproses oleh Propam Polres Jembrana, Bali.

Menurut Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, 2 oknum polisi itu kini berada di ruangan Propam untuk menjalani pemeriksaan.

Kapolres Jembrana menjelaskan,  razia itu memang diakui dua oknum polisi tersebut, dilakukan di Polsek Pekutatan, dan memang razia resmi yang dilakukan pihaknya.

Dan dari keterangan yang bersangkutan dua oknum polisi dilakukan di pertengahan 2019.

Ia baru mengetahui mengenai video viral itu, pada pagi tadi sekitar pukul 06.00 Wita ada video viral anggota Pekutatan diduga melakukan Pungli.

“Kemudian anggota itu dipanggil yang saat ini diambil keterangan untuk proses lebih lanjut,” ucapnya, Kamis (20/8/2020).

Menurut dia, karena kejadian ini, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus R. Golose pun memerintahkan penindakan tegas jika terbukti melakukan pungutan liar. Kini, masalahnya sedang didalami oleh anggota di internal. (dd/EB).

Related Articles

Back to top button