Serba-Serbi Hari Bhayangkara: 1 Juli Bukan Hari Lahir Polri (Foto: www.instagram.com/jenderaltitokarnavian)
Serba-Serbi Hari Bhayangkara: 1 Juli Bukan Hari Lahir Polri (Foto: www.instagram.com/jenderaltitokarnavian)
Kabar IndonesiaNasional

Serba-Serbi Hari Bhayangkara: 1 Juli Bukan Hari Lahir Polri

0

ENERGIBANGSA.ID – Selamat hari bhayangkara! Hari ini (1/7/2019) merupakan hari yang membahagiakan bagi korps Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Pasalnya, 1 Juli dirayakan sebagai hari bhayangkara yang penuh suka cita.

Beragam agenda dilaksanakan untuk memeriahkan HUT Ke-73 Bhayangkara. Seperti contohnya Polres Cianjur yang mengadakan olahraga bersama masyarakat, atau Polrestabes Bandung yang menggelar bakti religi dengan membersihkan tempat ibadah.

Anggota Polri memberssihkan tempat ibadah (Foto: Pikiran Rakyat)

Tapi tahukah Sobat Energi, ternyata 1 Juli bukanlah hari lahir polri yang sesungguhnya, lho.

Wah, terus kapan dong?

1 Juli 1946 adalah hari berpisahnya Polri dengan Kemendagri

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian menyatakan bahwa 1 Juli 1946 bukanlah hari kelahiran institusi Polri. Melainkan hari di mana Polri dipisahkan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“1 Juli 1946 bukan hari lahirnya Polri. 1 Juli yang setiap hari kita peringati Hari Bhayangkara adalah ketika Polri, Kepolisian Republik Indonesia, dipisahkan dari Kementerian Dalam Negeri menjadi kementerian tersendiri. Tapi lahirnya Polri sendiri sudah lebih dulu dari 1 Juli 1946,” jelas polisi berbintang empat itu.

Berdasarkan data yang dihimpun energibangsa.id, pembentukan Polri berawal dari Kepolisian modern Hindia Belanda yang dibentuk antara tahun 1897-1920. Dari yang semula anggotanya merupakan pejabat Hindia-Belanda, pada akhir tahun 1920-an pendidikan dan jabatan hoofd agentinspecteur, dan commisaris van politie dibuka untuk putra-putra pribumi.

Kemudian pada masa pendudukan Jepang wilayah kepolisian dibagi menjadi empat wilayah. Kepolisian Jawa dan Madura berpusat di Jakarta, Kepolisian Sumatera berpusat di Bukittinggi, Kepolisian wilayah Indonesia Timur berpusat di Makassar dan Kepolisian Kalimantan yang berpusat di Banjarmasin.

Mengutip informasi dari wikipedia, pembentukan Polri lantas berlanjut pasca proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Inspektur Kelas I (Letnan Satu) Polisi Mochammad Jassin, Komandan Polisi di Surabaya, pada tanggal 21 Agustus 1945 memproklamasikan Pasukan Polisi Republik Indonesia. Hari itu juga menjadi momen penting sebab Brigade Mobil (Brimob) bergabung dalam tubuh Polri.

“Brimob saat itu satu-satunya pasukan yang memiliki kemampuan terlatih dan persenjataan terlengkap karena merupakan pasukan dari zaman Jepang,” terang Tito.

Pada awalnya kepolisian berada dalam lingkungan Kemendagri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara yang hanya bertanggung jawab masalah administrasi. Sedangkan masalah operasional bertanggung jawab kepada Jaksa Agung.

Kemudian mulai tanggal 1 Juli 1946 dengan Penetapan Pemerintah tahun 1946 No. 11/S.D. Djawatan Kepolisian Negara yang bertanggung jawab langsung kepada Perdana Menteri. Tanggal 1 Juli inilah yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Bhayangkara hingga saat ini.

Nah Sobat Energi sekarang jadi lebih tahu, kan. Kalau begitu kira-kira Hari Bhayangkara bakal direvisi tanggalnya nggak, ya?

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

LinkAja, Dompet Digital Dengan Fitur Unik Dibanding OVO dan Go-Pay

Previous article

Bali United dan Industri Sepakbola Indonesia

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.