fbpx
Ekonomi & Bisnis

Senangnya! Produk Perikanan Pantura Laku di 5 Negara Selama Pandemi

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Informasi yang didapat dari Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang, bahwa 3.893 ton produk perikanan berhasil diraih terhitung sejak bulan Agustus 2020 lalu, angka tersebut setara dengan nilai Rp 193 Miliar.

Gatot Raden Perdana selaku Kepala BKIPM Semarang, mengatakan bahwa peningkatan ekspor terjadi pada komoditas kulit kerrang.

“Tanpa diduga, ekspor kulit kerang mengalami lonjakan sebanyak 146,9% dari bulan sebelumnya” ungkap Gatot

Tambahannya terjadi juga pada surimi, daging rajungan, tepung ikan, dan cumi-cumi. Khusus produk tepung ikan mengalami kenaikan ekspor hingga 437%. Gatot mengatakan bahwa rata-rata kelima produk tersebut diekspor 30-50 kali.

Komoditas perikanan lain yang paling sering dijual ke luar negeri ada 53 jenis terutama udang putih, kakap, surimi, kerapu dan ikan tenggiri.

“Ada lima negara yang jadi tujuan ekspor tertinggi selama Agustus. Masing-masing Tiongkok, Arab Saudi, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan,” ujar Gatot.

Tiongkok, menurutnya menduduki peringkat teratas dengan 652 ton atau melonjak 5,7% dari bulan Juli kemarin. Lalu Arab Saudi, sebagai negara pendatang baru tujuan ekspor asal Jawa Tengah juga mampu menyerap sebanyak 600 ton.

Gatot menyampaikan dilihat dari frekuensi, eksportir Jateng paling sering mengirim ke Singapura yakni sampai 137 kali.

“Ikan segar yang sering diekspor, biasanya dari hasil tangkapan nelayan di jalur Pantura dan pantai selatan,” jelasnya.

Ia menekankan walau ada pembatasan kegiatan selama masa pandemik, tapi dirinya berharap aktivitas perikanan tetap bisa jadi opsi untuk menggerakan perekonomian masyarakat.

“Karena kita lihat permintaan dari luar negeri memang tinggi. Terutama minat pasar ekspor jika dilihat dari volume, frekuensi maupun nilai ekspor yang muncul selama pandemik,” terangnya. (dhanti/EB/idntimes).

Related Articles

Back to top button