fbpx
Daerah

Senangnya, Ganjar Setuju Gelar Uji Coba Belajar Tatap Muka!

ENERGIBANGS.ID (Semarang) – Sejumlah tujuh sekolah di 3 Kabupaten/Kota Jawa Tengah telah ditunjuk untuk menjadi pionir uji coba belajar tatap muka.

Padmaningrum selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng mengungkapkan 3 daerah yang menjadi lokasi uji coba adalah Kabupaten Temanggung, Wonosobo, dan Tegal.

“Pemilihan tiga daerah itu karena grafik penularan Covid-19 sudah mulai melandai. Sehingga, kami memulai uji coba di tujuh sekolah di tiga daerah tersebut,” ungkapnya.

Tujuh sekolah yang ditunjuk melakukan uji coba adalah SMAN 1 Parakan dan SMKN 1 Temanggung, SMAN 2 dan SMKN 2 Wonosobo, SMAN 2 dan SMKN 2 Kota Tegal serta satu SMA swasta di Tegal yakni SMA Pius.

Pelaksanaan uji coba itu akan dilaksanakan awal September bulan depan. Setiap sekolah yang menggelar uji coba belajar tatap muka akan dibatasi jumlah siswanya sepertiga atau maksimal separuh dari jumlah siswa perkelasnya. Jam belajar di sekolah juga dibatasi, yakni maksimal empat jam per sif.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan bahwa 3 daerah yang menggelar sekolah tatap muka sudah mempersiapkan dengan baik.

“Pertimbangannya tadi daerahnya sudah kuning menuju putih. Nanti saat pelaksanaanya, saya minta diawasi. Kalau perlu Dinas atau Cabang Dinas Pendidikan menerjunkan tim untuk melakukan supervisi,” ungkap politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini.

Ganjar sudah melihat sendiri video tentang simulasi sekolah tatap muka di tiga daerah itu. Dari video tersebut, dirinya yakin semuanya bisa berjalan dengan baik.

“Yang saya wanti-wanti (pesankan) itu soal transportasinya, dari mereka berangkat sampai pulang. Tadi ada inovasi, sekolah bekerja sama dengan angkutan desa, diatur dan dimanajemen dengan baik. Kalau sarana prasarana saya lihat sudah siap, tinggal manajemen pelaksanaannya yang perlu diawasi,” jelasnya.

Ganjar menerangkan, apabila uji coba sekolah tatap muka ini berjalan lancar, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penambahan. Namun apabila ada yang kurang, maka semua itu harus menjadi bahan evaluasi.

“Kita lihat nanti seperti apa, kalau lancar ya kita tambah, kalau kurang harus dievaluasi,” tutupnya. (dhanti/EB/jatengprov)

Related Articles

Back to top button