Ekonomi & Bisnis

Senangnya, Berkat Omnibus Law Rupiah Pimpin Mata Uang Asia

JAKARTA, energibangsa.id – Pasca Omnibus Law Cipta Kerja disahkan oleh Pemerintah dan DPR. Terpantau hingga Selasa (6/10) kemarin nilai tukar rupiah menjadi semakin menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Melansir dari Refinitiv, rupiah berhasil berada di angka 1,28% dalam pembukaan perdagangan ke Rp 14.600/US$.

Meski demikian, level tersebut menjadi yang terkuat bagi rupiah hari ini, penguatan sempat terpangkas hingga tersisa 0,37% di Rp 14.735/US$. Namun di akhir perdagangan rupiah berhasil kembali mempertebal penguatan menjadi 0,54% di Rp 14.710/US$.

Dengan adanya penguatan tersebut, rupiah berhasil menjadi juara di Asia pada hari ini. Terlihat hingga pukul 15:07 WIB, meskipun masih berada di bawah rupiah hanya mata uang (Yen) Jepang dan (Baht) Thailand yang berhasil menguat.

Namun adanya fakta jika rupiah berhasil menguat di tengah mata uang utama Asia yang melemah. Memperlihatkan jika terdapat hal-hal yang bersifat sentiment kuat dari dalam negeri maupun luar negeri.

Faktor Pemicu

Adanya rapat paripurna yang dilakukan pada Senin (05/10) dalam rangka untuk mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi UU resmi diduga menjadi salah satu faktor rupiah berhasil menguat pada hari ini.

Selain itu kabar mengenai kondisi Presiden Donald Trump yang semakin membaik pasca dinyatakan positif Covid-19 juga dianggap menjadi salah satu faktor.

Kepla Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures. Ariston Tjendra, mengungkapkan jika kedua hal tersebut memang menjadi faktor menguatnya rupiah pada hari ini.

“Sentimen tersebut datang dari membaiknya kondisi Trump yang sudah keluar dari RS,” ujarnya.

Selain faktor tersebut, yang membuat rupiah menguat cukup tajam pada hari ini adalah soal negosiasi kesepakatan paket stimulus AS yang mengalami kemajuan.

Membaiknya sentiment dari para pelaku yang memiliki pengaruh terhadap pasar cenderung memberikan dorongan kepada investor untuk kembali menanamkan investasi ke dalam aset-aset yang berisiko dan keluar dari aset aman dolar AS.(Tata/EB)

Related Articles

Back to top button