fbpx
Kabar DaerahKabar Indonesia

Sempat Berhenti Setahun, Kini Festival Budaya Papua Digelar Kembali

PAPUA, energibangsa.id– Pandemi Covid-19 membuat festival budaya di Papua berhenti selama setahun.

Namun, baru-baru ini festival tersebut kembali dibuka pada tahun ini. Ada Festival Danau Sentani hingga Makan Papeda dalam Gerabah.

Papua memiliki beberapa festival yang sudah menjadi agenda nasional, sebut saja Festival Teluk Humboldt di Kota Jayapura, Festival Budaya Asmat di Kabupaten Asmat dan Festival Budaya Lembah Baliem.

Dari sekian festival yang ada di Papua, selama ini tidak satupun yang ada di wilayah adat Meepago.

Meepago meliputi Kabupaten Paniai, Deyai, Dogiyai, Intan Jaya, Mimika dan Nabire. Padahal wilayah Meepago memiliki budaya yang khas dan alam yang indah.

Paniai, Deyai, Dogiyai, Intan Jaya, Mimika terletak di pegunungan Papua dengan budaya tradisional pria berkoteka.

Sedangkan Nabire dan Mimika menjadi tempat bertemunya budaya pantai dan pegunungan. Di Nabire akan dijumpai noken khas pegunungan dan noken khas pantai.

Untuk Nabire, dapat dikembangkan Festival Kwatisore, festival ini fokus pada keunikan Kampung Kwatisore, yang setiap sore selalu hujan.

Festival Kwatisore juga lebih menekankan pada atraksi budaya di Nabire, pameran kuliner tradisional, pameran kerajinan tradisional seperti noken.

Hal lain yang dapat dikembangkan adalah Festival Kopi Moanemani. Kopi Moanemani memiliki harga tinggi di Jakarta dan Eropa.

Diharapkan dengan adanya festival ini kesejahteraan petani kopi, mama-mama petani keladi, ubi jalar dan sagu, serta mama-mama pengrajin noken  akan meningkat.

(Ara/EB)

Related Articles

Back to top button