fbpx
Kabar Daerah

Seminggu PPKM di Semarang, Tercatat 1.598 Pelanggaran & 115 Tempat Usaha Disegel

SEMARANG, energibangsa.id – Tak terasa sudah 7 hari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diadakan di Kota Semarang.

Berbagai cerita dituai dari segala sisi baik dari sisi buruk atau tidaknya, baru-baru ini Pemkot Semarang melaporkan sebanyak 1.598 pelanggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah berjalan sepekan ini.

Dan tercatat lebih dari sebanyak 115 tempat usaha juga turut disegel karena melanggar aturan.

“Secara umum disampaikan kesadaran masyarakat tinggi terhadap PPKM. Meski begitu temuan di lapangan ada 1.598 pelanggaran, 1.265 teguran lisan sampai 115 unit usaha disegel,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi usai rapat evaluasi PPKM bersama Forkopimda di kantornya, Senin (18/1/2021).

Melansir dari detik.com, Hendi menyebutkan  PPKM kali ini lebih longgar dibanding Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang diberlakukan di Kota Semarang awal pandemi COVID-19 lalu. Sehingga banyak yang menganggap pembatasan lebih soft.

Sementara itu dari hasil evaluasi, dampak PPKM pada kasus COVID-19 Kota Semarang ada pada jumlah penambahan harian. Pada 10 hari lalu penambahan per hari berkisar 245 kasus dan saat ini sekitar 150-an sehari.

“Meski kasus masih stagnan di atas 1.000, tapi peningkatan penderita per hari turun dari 245 sekarang 150-an penderita tiap hari. Lihat perkembangan seminggu ini semoga menurun terus,” kata Hendi.

Terkait jumlah kasus yang masih stagnan, Hendi menjelaskan hal itu juga dipengaruhi pasien yang berasal dari luar Kota Semarang. Persentasenya meningkat sekitar 4 persen. Meski demikian Hendi menjelaskan pelayanan tetap diberikan.

“Penderita luar kota meningkat dari 27,2 persen sekarang 31 koma sekian persen, sekian persen. Tidak apa, tetap kita upayakan koordinasi dengan rumah sakit termasuk, Diklat, Rumdin dan Islamic center untuk perawatan,” jelasnya.

Hendi menjelaskan PPKM merupakan cara menekan penyebaran COVID-19. Ia berharap masyarakat semua menjaga protokol kesehatan sehingga ke depannya tidak perlu ada pembatasan kegiatan.

“Kita belajar berdisiplin terapkan protokol kesehatan. Kalau bisa berdisiplin perangi COVID-19 tanpa PKM, mereka paham,” imbuhnya. (Ozan/EB)

Related Articles

Back to top button