fbpx
Lewat ke baris perkakas
Daerah

Semarang Zona Oranye, Optimis Bulan Desember Jadi Zona Hijau

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihardi selama masa pandemi terus menyerukan protokol kesehatan dalam berbagai kesempatan agar masyarakat senantiasa mematuhi protokol yang telah dibentuk.

Selain itu, razia masker yang akhir-akhir ini kerap dilakukan juga menjadi salah satu tindakan yang dilakukan guna mengurangi masyarakat yang abai pada protokol.

Fajar Purwoto selaku Kepala Satpol PP di Kota Semarang menuturkan jika sekarang Kota Semarang sudah berada di zona oranye, dan menargetkan bulan Desember untuk bisa berada di zona hijau.

“Iya, Kota Semarang saat ini berada di zona oranye, maka kami berusaha memaksimalkan untuk Desember ditargetkan sudah berada zona hijau,” tuturnya.

Fajar mengungkapkan jika penegakan peraturan protokol kesehatan di masyarakat memberikan dampak berkurangnya angka pelanggaran yang dilakukan. Salah satunya dari razia masker yang kerap dilakukan di beberapa titik yang dianggap paling sering terjadi pelanggaran protokol.

“Kami berusaha keras untuk menekan angka positif Covid-19 di Semarang. Untuk kali ini para pelanggar diberikan hukuman untuk menyapu makam agar jera. Ke depan nanti, hukuman yang diberikan lebih ke fisik. Kalau tidak menyapu makam, bisa jadi membersihkan sungai. Iya, ini sudah mengalami penurunan angka pelanggaran,” terangnya.

Selain hukuman untuk membersihkan makam, para pelanggar juga melakukan rapid test. Bagi yang hasilnya ternyata reaktif, mereka akan langsung dibawa ke tempat isolasi yang sudah disediakan agar bisa ditangani lebih lanjut.

“Hari ini ada 2 yang reaktif dari sekitar 50 tes rapid. Sudah kami tangani,” lanjutnya.

Salah satu pelanggar, Bangkit Sanjaya mengakui jika ia tidak menggunakan masker saat mengendarai mobil untuk mengantar rombongan keluarga pengantin.

“Saya bawa masker tapi tidak saya pakai. Ini saya sopir bawa keluarga pengantin dari Mugas ke Kedungmundu,” katanya.

Meskipun merasa gugup karena ia memiliki tanggung jawab kepada rombongan, tapi ia menerima untuk menjalani proses pendataan dan hukuman yang diberikan oleh petugas.

“Tidak apa-apa, karena saya salah telah melanggar,” ujarnya.

[Tata/EB].

Related Articles

Back to top button