fbpx
Ekonomi & BisnisKabar Indonesia

Semakin Terpuruk, NET TV Akan PHK Massal Karyawan

ENERGIBANGSA.ID – Persaingan bisnis dalam dunia media memang begitu pelik, salah satunya pada media siar televisi. Hal itu pula yang sedang dialami stasiun televisi termuda di Indonesia, yakni NET TV.

Dikabarkan, stasiun televisi yang sudah tidak dipimpin oleh Wishnutama itu mengalami keterpurukan karena tak mampu lagi bersaing dengan kompetitor. Melansir dari Law-Justice, manajemen perusahaan saat ini sedang menyiapkan opsi terburuk dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal untuk karyawannya.

Isu tersebut ternyata sudah santer beredar di kalangan karyawan sejak beberapa waktu lalu. Ditandai dengan adanya sosialisasi rencana pengurangan karyawan, pada divisi news yang semula beranggotakan 180 orang kabarnya akan dipangkas hingga hanya tersisa 30 orang saja.

Tak hanya divisi news, wacana PHK ini nampaknya akan dialami oleh karyawan-karyawan NET TV dari divisi yang lain seperti camera person, editor, dan produser.

“Suasana kerja di lingkungan NET TV mulai terasa sendu. Udah mulai enggak enak kerja nih, walau gaji belum dipotong,” cerita seorang jurnalis NET TV yang enggan disebut namanya.

Semakin Terpuruk, NET TV Akan PHK Massal Karyawan
Tonight Show, salah satu program hiburan di NET TV yang memantik tawa (Foto: Zulu)

Perusahaan televisi milik Indika Group sesungguhnya menyajikan tayangan-tayangan yang orisinil, idealis, dan khas dengan kaum milenial. Namun segmen pasar yang mereka bidik kini banyak yang beralih pada media YouTube, Netflix, dan online streaming lainnya ketimbang menonton televisi.

“Aku juga nonton NET dari YouTube-nya. Sayang banget NET, padahal hiburannya gak kacangan,” sesal Qurratu Ramadani melalui akun Twitternya.

[Baca juga: 5 Channel YouTube Edukatif Asal Indonesia]

Perihal berita kolapsnya NET TV sebagai televisi masa kini juga disesalkan oleh Anindita, pemirsa NET lainnya.

“Kesalahannya memang benar segmennya kurang tepat sasaran. Karena karyawannya mayoritas bekas tv sebelah tempat mas Tama bekerja sebelumnya jadi kurang lebih ada persamaan program dengan sebelumnya. Dan juga idealisme yang terlalu tinggi tanpa melihat kondisi behaviour target marketnya,” ujar Anindita.

Merosotnya jumlah pemirsa NET TV akhirnya berimbas pula pada kinerja keuangan yang dikelola. Informasi yang diperoleh Tim Energi Bangsa mengungkapkan, meski keputusan untuk PHK massal belum diterapkan, namun karyawan telah ditawarkan untuk mengajukan pengunduran diri dari perusahaan tersebut.

Duh, apakah Sobat Energi termasuk pendonor merosotnya jumlah penonton NET TV?

Semoga ada angin segar yang berembus untuk masa depan NET TV, ya!

Related Articles

Back to top button