fbpx
Gaya HidupRagam Bangsa

Semakin Bertambah Usia, Kenapa Jumlah Teman Semakin Berkurang?

ENERGIBANGSA.ID – “Bersenang-senanglah,
Karna hari ini yang ‘kan kita rindukan,
Di hari nanti, sebuah kisah klasik untuk masa depan”

Hayo, apakah Sobat energi auto bernyanyi ketika membaca penggalan lirik lagu di atas? Lagu Kisah Klasik Untuk Masa Depan milik band asal Yogyakarta Sheila on 7 ini nampaknya memang menjadi himne wajib untuk kalian yang berusia 20-an. Pasalnya, pada rentang usia ini kebanyakan orang akan mengalami perubahan hidup yang signifikan hingga sibuk dan sulit bertemu dengan teman-teman.

Hal tersebut dirasakan oleh Laila. Pegawai bank asal Salatiga itu mengaku semakin jarang bertemu dengan teman-teman pada usianya yang hampir mendekati seperempat abad ini. Berbeda dengan masa ketika masih berkuliah, dulu ia sangat sering nongkrong bersama teman-temannya. Namun setelah lulus, Laila menjadi jarang bertemu dan bersosialisasi karena berbagai alasan tertentu yang mereka miliki.

“Yaa mungkin karena mereka udah punya kesibukan dan prioritas masing-masing sih,” cerita Laila pada Tim Energi Bangsa dengan sedikit lesu.

Meski begitu, namun Laila menyadari bahwa fase ini wajar terjadi. Teman-teman kini telah memiliki prioritasnya masing-masing, baik dalam karir, keluarga, maupun pertemanan. Ada yang pergi merantau, ada yang sibuk kerja, ada juga yang mengurus rumah tangga.

“Kadang ngerasa males sih sama mereka, karena aku ngerasa kayak udah nggak dianggap teman. Tapi dipikir-pikir, kalau aku berada di posisi mereka pasti aku juga punya alasan kenapa sulit diajak ketemu. Pernah ada teman yang ngajak ketemu dan aku tolak. Bukan karena aku nggak mau, tapi karena kondisi lagi capek banget habis kerja,” ujarnya.

[Baca juga : Quarter-Life Crisis : Apakah Aku Bisa Se-Sukses Syahrini dan Se-Bahagia Raisa?]

Jika Sobat Energi merasakan keresahan seperti Laila, tenang saja. Kamu tidak sendiri! Peneliti dari Aalto University of Science di Finlandia mengungkapkan bahwa lingkungan pertemanan seseorang akan terus bertumbuh hingga usia 25 tahun. Namun setelah melewati usia 25 tahun, lingkaran pertemanan akan terus menerus mengecil, seperti dikutip dari makalah berjudul Sex Differences in Social Focus Across the Life Cycle in Humans.

Dari hasil penelitian itu, perempuan kehilangan teman lebih cepat dibanding laki-laki. Rata-rata perempuan berusia 25 tahun berkomunikasi dengan 17,5 orang per bulan, sementara laki-laki berkomunikasi dengan 19 orang. Selanjutnya pada usia 39 tahun angka ini mengalami penurunan. Perempuan berkomunikasi dengan 15 orang, dan laki-laki hanya dengan 12 orang.

Semakin bertambah usia, maka seseorang akan cenderung berteman dengan mereka yang memberikan keuntungan. Maka tak sedikit diantara kita yang ikut komunitas tertentu karena pertimbangan manfaat yang akan didapat.

Dibanding laki-laki, perempuan sangat memperhitungan nilai mutualisme dalam suatu hubungan. Kaum perempuan lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama anak dan keluarga ketimbang nongkrong dengan teman-temannya. Hal ini karena perempuan beranggapan keluarga adalah investasi hidup dan dapat diandalkan untuk masa depan. Sedangkan teman dianggap belum tentu mampu memberikan manfaat yang sama.

Sementara pada pertemanan kaum laki-laki mereka lebih menghargai prestasi atau status sosial daripada hubungan mutualisme tersebut.

Apabila Sobat Energi sedang berada dalam fase ini, jangan terlalu overthinking dan marah pada keadaan. Tenang saja, seperi lirik lagu Banda Neira “yang patah tumbuh, yang hilang berganti”.

Related Articles

Back to top button