fbpx
Sosial & Budaya

Selidiki Laporan Mahasiswanya, LP2M UIN Walisongo Lacak Lokasi Makam Ki Ageng Penjawi di Gunungpati

SEMARANG, energibangsa.id—LP2M UIN Walisongo Semarang mendatangi desa yang menjadi lokasi sekaligus program kerja Kelompok KKN 51, Selasa (23/2/2021).

Perwakilan LP2M, Arif Junaidi menyatakan siap menelusuri keabsahan makam Ki Ageng Penjawi di Desa Branjang, Kec. Ungaran Barat, Kab. Semarang.

Sebagaimana laporan mahasiswa KKN-nya, ada lokasi makam Ki Ageng Penjawi di sekitara Gunungpati Semarang.

Masih tahap wacana

Karena memiliki kemampuan yang terbatas, lokasi tersebut tak langsung jadi desa wisata. Wacana itu masih dalam tahap wacana.

Sementara, Pokdarwis (kelompok sadar wisata) yang didukung Kepala Desa Branjang Gunungpati itu berharap agar cagar budaya berupa makam Waliyullah itu benar adanya. Serta, berpotensi menjadi lokasi tujuan wisata religi.

“Desa Branjang ini jika nantinya terbukti bahwa lokasi yang dimaksud adalah benar sebuah makam wali, tentunya akan memiliki sebuah peluang yang besar untuk dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata religi”, ucap Arif Junaidi.

“Nah di sini, kita sebagai lembaga pendidikan yang juga bergerak dibidang riset, kita akan mencoba membantu untuk melakukan pengecekan mengenai makam tersebut. Pastinya dengan tim riset yang profesional,” tambahnya.

Staf LP2M UIN Walisongo Semarang lainnya, Tajudin, menyatakan bahwa survei ini menjadi proses awal untuk menindaklanjuti penelitian makam Ki Ageng Penjawi dan Petilasan Sunan Geseng.

Lokasi di sekitar Gunung Jadi

Menurutnya, adanya pepohonan yang rindang dan terletak di sekeliling makam sangat mendukung. Bahwa makam yang mendiami Gunung Jadi tersebut sudah berusia ratusan taun.

“Nanti model penelitiannya kita kumpulin data-data yang mendukung seperti naskah, untuk waktu dekat ini  kita teliti apa yang ada disini dulu, kaya pohon ini kan bisa diteliti umurnya, “ungkapnya.

“Nah dari situ kita bisa tahu ini makam tua umurnya sekitar berapa, ya kaya arkeolog-arkeolog itu”, tambahnya.

Sementara, Tajudin menambahkan, penyambungan sejarah soal tokoh itu nanti biar diutus tim yang penting kita fokus pada ini (pohon) dulu.

“Bagaimana hasilnya nanti yang terpenting kita penelitian terlebih dulu, semoga mendapat hasil yang memuaskan,” pungkasnya. (*)

Related Articles

Back to top button