fbpx
Daerah

Selamat! Jateng Raih Penghargaan Produksi Panen Tertinggi se-Indonesia

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Masyarakat Jawa Tengah di tengah kemeriahan HUT RI ke-75 harus tetap ‘sumringah‘. Betapa tidak, bersamaan dengan perayaan kemerdekaan, Provinsi Jawa Tengah berhasil menyabet penghargaan produsen padi terbesar, Senin (17/8) kemarin.

Dilansir dari @kominfo_jtg, penghargaan tersebut diperoleh lantaran Jawa Tengah berhasil memproduksi panen padi sebesar 9.655.654 ton GKG, pada tahun 2019. Jumlah tersebut, setara dengan produksi beras 5.523.969 ton beras. Adapun luas tanam pada tahun tersebut seluas 1.692.546 hektar dan luas lahan panen 1.678.479 hektar.

Produktivitas padi Jawa Tengah mengalahkan Provinsi Jawa Timur yang memiliki luas lahan panen lebih luas, yakni 1.702.426 hektar. Dengan luasan tersebut, provinsi itu menghasilkan 9.580.933,88 ton GKG. Produksi tersebut setara 5.496.581 ton beras.

Tempat ketiga adalah Provinsi Jawa Barat dengan luas panen 1.578.835 hektar dan menghasilkan padi 9.084.957 ton GKH, setara 5.212.039 ton beras.

Tempat keempat ditempati oleh Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, DI Aceh, Sumatera Barat, dan Banten.

Selain Provinsi Jawa Tengah memperoleh penghargaan, tiga kabupaten di Jawa Tengah juga memperoleh predikat produsen padi tertinggi. Ketiganya adalah Kabupaten Grobogan dengan hasil 772.551 ton GKG di tempat ke delapan, Kabupaten Sragen dengan 766.012 GKG di tempat ke sembilan dan Kabupaten Cilacap dengan 699.965 GKG.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Suryo Banendro, bersyukur atas capaian tersebut. Ia mengatakan, selain usaha keras dari para petani, jalinan kerjasama antar sektor juga memengaruhi kenaikan produktivitas lahan padi di Jateng.

Suryo mengatakan, untuk menggenjot produksi padi pihaknya memberikan berbagai bantuan dan program. Di antaranya, melakukan pembasmian hama wereng dan tikus, percepatan tanam dan pemberian bantuan pompa air.

Selain itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah juga menyediakan bantuan alat pemanen (Combine Harvester). Pihaknya juga menyiapkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Tahun 2020 ini, disiapkan asuransi untuk 35 ribu hektar sawah puso, yang dananya bersumber dari APBD Jawa Tengah.

Dengan produktivitas tersebut Jawa Tengah mampu mensuplai beras ke daerah-daerah lain. Ia menyebut, kebutuhan beras di Jawa Tengah sekitar 269 ribu ton per bulan, atau sekitar 3,2 juta ton beras per tahun. Sedangkan produksi tahun 2019 mencapai 5.523.969 ton beras.

Disinggung mengenai alih fungsi lahan di Jawa Tengah, Suryo Banendro tak menampik kenyataan itu. Namun ia menjamin hal itu sudah sesuai peraturan yang ada. Selain itu, dengan manajemen pertanian yang benar, pihaknya mampu mempertahankan produksi yang ada.(*)

Related Articles

Back to top button