fbpx
Gaya HidupRagam Bangsa

Selain Membuat Jantung Berdegup Kencang, Apa Manfaat Jatuh Cinta?

ENERGIBANGSA.ID – Jatuh cinta pasti dialami oleh seluruh insan manusia. Jantung berdegup dengan kencang dan pipi merona biasanya nampak pada seseorang yang sedang dimabuk asmara ini.

Tahukah Sobat Energi, ternyata jatuh cinta tidak hanya menimbulkan perasaan berbunga-bunga saja. Dikutip dari India Times, di sisi kesehatan ada beberapa manfaat yang bisa kalian dapat ketika sedang jatuh cinta. Apa sajakah itu?

Menimbulkan Perasaan Gembira

Peneliti menyatakan bahwa jatuh cinta menimbulkan peningkatan kadar neurotransmitter dopamine di dalam otak. Dopamin adalah hormon yang dapat menyebabkan munculnya perasaan senang dan gembira dalam diri seseorang.

Hormon ini lah yang kemudian membuat seseorang menjadi tampak selalu ceria, berseri-seri, dan menebarkan energi positif ke sekelilingnya. Tapi jangan terlalu bahagia saat jatuh cinta, karena hormon dopamin yang berlebihan dapat membuat seseorang menjadi terobsesi lho, Sobat Energi.

Mengurangi Depresi

Dilansir dari jurnal yang diterbitkan oleh Health and Human Services, jatuh cinta dapat mereduksi pikiran depresi dari penyakit depresi. Lebih lanjut penelitian itu menyebutkan bahwa orang yang telah menikah memiliki tingkat depresi yang lebih rendah daripada mereka yang masih melajang. Ah, yang benar?

Menurut para ahli, sejatinya manusia adalah makhluk sosial yang memerlukan kehadiran orang lain. Ketika ia dilanda perasaan jatuh cinta, ia akan merasa memiliki afeksi dengan orang lain yang membuatnya bahagia dan mengurangi depresi.

Panjang Usia

Mengutip hasil survei dari US National Health Interview Survey, mereka yang berada dalam hidup bahagianya pernikahan memiliki potensi kematian dini 58 persen lebih rendah dibanding mereka yang belum menikah atau bahkan belum pernah merasakan jatuh cinta. Waduh!

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Health Psychology juga menyatakan penemuan yang sama. Orang-orang yang merasa bahagia karena jatuh cinta memiliki peluang hidup 20 persen lebih panjang ketimbang orang yang tidak sedang jatuh cinta.

Mengendalikan Rasa Sakit

Orang yang jatuh cinta lebih minim risiko terserang penyakit dibandingkan dengan orang yang belum menemukan belahan jiwanya. Pernyataan ini diungkapkan oleh para peneliti dari Stony Brook University di New York.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mempelajari pemindaian otak MRI (fMRI) fungsional seseorang. Setelah memeriksa fMRI dari 127.000 peserta, para peneliti menemukan bahwa orang yang telah menemukan pasangannya mengalami lebih sedikit sakit kepala dan nyeri punggung dibandingkan dengan orang yang masih sendiri.

Jatuh cinta memang selalu menyenangkan. Semoga Sobat Energi jatuh cinta kepada orang yang tepat ya jadi tidak ada lagi deh istilah fall in love with people you can’t have.

Related Articles

Back to top button