Kabar IndonesiaKesehatanNasionalRagam Bangsa

Selain Lidah Mertua dan Penghijauan, Ini Cara Ampuh Kurangi Polusi Udara di Jakarta

ENERGIBANGSA.ID – Ternyata ada hal yang cukup mudah yang bisa dilakukan masyarakat untuk menekan polusi udara yang terjadi di Jakarta. Yaitu dengan meninggalkan transportasi pribadi dan segera beralih naik angkutan umum.

Cara ini dianggap paling ampuh dan menjadi kunci utama untuk mengurangi polusi udara yang terjadi di Jakarta.

Sebab, banyaknya kendaraan yang membanjiri Ibukota dan ditambah banyaknya masyarakat Jakarta yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk berpergian menjadi penyumbang terbesar polusi udara di Jakarta.

Pemandangan Jalan Ibu kota yang dibanjiri kendaraan. (dok okezone.com)

Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) Ahmad Saifudin mengatakan meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum dapat menjadi langkah yang baik untuk kurangi polusi udara.

Menurutnya Angkutan pribadi, menyumbang 47-90% polusi udara di Jakarta.

“Sumber utama pencemaran udara kan transportasi kisarannya 47-90% kendaraan bermotor ya, dengan mengurangi kendaraan pribadi ya bisa jadi kurangi pencemaran itu. Saat ini kan layanan transportasi juga aman dan nyaman ya,” kata Ahmad disitir energibangsa.id dari detik.com

Ahmad menjelaskan apabila warga Jakarta banyak yang meninggalkan kendaraannya dan beralih transportasi publik, polusi udara di Jakarta bisa ditekan hingga 50-90%.

“Kalau angkutan umum didorong dan ada peralihan di masyarakat yang masif ke angkutan umum minimal itu bisa 50% berkurangnya polusi udara, paling maksimal polusi udara di Jakarta kalau orang mau pakai transportasi publik bisa tinggal 10% saja polusinya (turun 90%),” kata Ahmad.

Salah satu transportasi publik di jakarta yang bisa digunakan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. (dok idntimes)

Dia menjelaskan penggunaan kendaraan pribadi di jalanan Jakarta yang macet bisa menambah polusi. Pasalnya penggunaan kendaraan pribadi menjadi lebih lama di jalanan yang macet.

“Faktornya gini kan kalau banyak orang pakai kendaraan pribadi kan jalanan ramai tuh macet di jalanan, nah itu meningkatkan intensitas pencemaran. Nah kalau pada pakai transportasi umum kan jalanan jadi sepi maka (polusi udara) berkurangnya sangat tajam,” ucap Ahmad.

Kualitas udara Jakarta hingga saat ini masih dianggap buruk dan tidak sehat. Polusi udara yang terjadi di Ibukota itu juga belum mereda.

Berdasarkan data alat pemantau kualitas udara DKI Jakarta, konsentrasi rata-rata tahunan untuk parameter Ozone (O3), PM 10 dan PM 2.5 selalu melebihi ambang batas normal.

Sementara pantauan tim energibangsa.id dari laman Airvisual.com, kualitas udara Jakarta masih tercatat 183 dengan kategori tidak sehat dan parameter PM 2.5 konsentrasi 117,3 ug/m3

Kondisi ini dinilai begitu sangat mengawatirkan. Jika tidak segera mendapat perhatian dan ditangani secara khusus dan serius kondisi tersebut akan berdampak sangat buruk bagi kesehatan masyarakat di Jakarta.

Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta sendiri, saat berita ini ditulis,telah menyebutkan terjadi tren peningkatan untuk penderita ISPA di Jakarta sepanjang tahun 2016-2018.

Menurut Dinkes DKI Jakarta, faktor penentu tersebut di daerah perkotaan biasanya disebabkan oleh polusi udara.

Maka dari itu , yuk sobat energi yang tinggal di Jakarta mulai sekarang mari beralih dari transporatsi pribadi ke transportasi publik ya. Untuk Jakarta untuk kita semua. Agar tidak menjadi hal buruk kedepannya.

Satu langkah dari kita untuk perubahan Jakarta.

Related Articles

Back to top button