Nasional

Sekolah Dari Rumah Jadi Hambatan, Ini Solusi Menteri Airlangga

ENERGIBANGSA.ID (Jakarta) – Sekolah atau belajar dari rumah seperti saat ini disebut menuai banyak hambatan teknis. Menanggapi hal itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan langkah-langkah pemerintah dalam mengatasi kesulitan-kesulitan belajar dari rumah.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Pemerintah menyadari bahwa banyak kendala dari sistem ini. Sistem ini diterapkan karena pemerintah ingin memastikan keselamatan dan kesehatan semua stakeholder pendidikan.

Dia mengungkapkan, beberapa kendala tersebut. Pertama, masalah teknis seperti ketersediaan alat, infrastruktur khususnya infrastruktur teknologi, aplikasi. Kedua, masalah sumber daya manusia dan sistem pendidikan itu sendiri seperti kemampuan guru dan pola pembelajaran. Ketiga, masalah sosial yang berkaitan dengan kemampuan keluarga untuk mendukung sistem pembelajaran jarak jauh itu.

Airlangga yang juga Ketua Umum Golkar itu mengatakan solusinya harus komprehensif baik dari segi teknis maupun kebijakan yang terkait dengan itu. Dalam bidang kesehatan, pemerintah terus berupaya menerapkan protokol kesehatan dan mempercepat penemuan vaksin.

“Pemerintah sendiri, BUMN maupun pihak swasta terus dikoordinasikan agar kita bisa menemukan dan menerapkan pemberian vaksin sesegera mungkin. Untuk itu kita bekerja sama juga dengan berbagai lembaga internasional dan negara-negara sahabat.,” kata Airlangga dalam diskusi Balitbang Golkar yang bertajuk ‘Anak Indonesia: Tantangan dan Hambatan Menciptakan SDM Unggul Paska Pandemi’, Selasa (28/7) akhir bulan lalu.

Dalam masalah peralatan teknis, Airlangga menekankan perlunya ketersediaan dan keterjangkauan DNA (device, network, and application). Pemerintah terus mengupayakan agar setiap siswa dan tenaga pendidik di seluruh Indonesia punya peralatan yang memadai dan murah.

Soal Infrastruktur

Sedangkan dalam hal infrastruktur, Airlangga memastikan bahwa pemerintah ingin memperluas dan ketersediaan jaringan internet yang tersebar di seluruh wilayah.

Sejalan dengan itu, aplikasi-aplikasi yang digunakan menurutnya harus semakin mudah dan implementatif bagi siswa dan guru Indonesia. Kunci lain yang tidak bisa diabaikan dalam langkah-langkah itu adalah mitigasi dan pemulihan ekonomi.

Pemerintah, kata Airlangga, menangkap masalah-masalah sosial dan ekonomi yang berpengaruh dalam pendidikan. Dampak ekonomi Covid-19 dirasakan menekan tingkat kesejahteraan yang berpengaruh juga terhadap psikologi masyarakat.

“Karenanya pemerintah ingin memastikan roda ekonomi terus berjalan dan pulih sesegera mungkin ini penting karena pendidikan tidak bisa dilepaskan dari sistem sosial secara keseluruhan. Ada keluarga yang juga harus sejahtera baik secara material maupun mental emosional.” tambahnya

Airlangga menyebut pandemi ini menjadi momentum bagi semua pihak termasuk pemerintah untuk beradaptasi. Ia meyakinkan bahwa pemerintah akan melakukan penyesuaian-penyesuaian yang bukan hanya untuk mengatasi kondisi di saat ini tetapi juga jauh ke depan. Pandemi telah menjadi katalisator bagi perubahan dan itu harus diantisipasi dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) yang juga Ketua Balitbang Golkar Jerry Sambuaga menambahkan, diskusi Balitbang akan diadakan secara rutin minimal dua kali sebulan.

“Jadi kita akan arahkan supaya partai politik seperti Golkar tidak hanya bicara isu-isu yang ‘high politics’. Kita mau down to earth, membumi, termasuk membicarakan soal kesulitan anak, ibu dan keluarga dalam masa pandemi ini. Hasilnya akan kita berikan sebagai masukan bagi pembuat kebijakan baik di legislatif maupun eksekutif,” pungkasnya. (dd/kabargolkar).

Related Articles

Back to top button