fbpx
Religius

Sejarah Perayaan Natal: Hari Kelahiran Yesus Kristus

ENERGIBANGSA.ID—Natal berasal dari bahasa Portugis yang artinya ‘kelahiran’. Itu sebabnya, Natal menjadi hari raya umat Kristiani yang diperingati pada tiap-tiap tanggal 25 Desember. Gelaran Natal juga untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus.

Dilansir dari detikcom, kata Natal berasal dari bahasa Latin ‘Dies Natalis’ yang artinya ‘Hari Lahir’. Sedangkan dalam bahasa Inggris perayaan Natal disebut ‘Christmas’.

Christmas dalam penggunaannya juga kerap disingkat menjadi ‘Χ’mas’.

Kata ini cocok dengan tradisi Kristen, karena huruf X dalam bahasa Yunani merupakan singkatan dari Kristus atau dalam bahasa Yunani Chi-Rho.

Awal Perayaan Natal

Dalam Alkitab bahasa Indonesia tidak dijumpai kata Natal. Namun biasanya terdapat kata ‘kelahiran Yesus’. Perayaan Natal ini awalnya dimulai pada sekitar tahun 200 M di Aleksandria (Mesir). Di tempat-tempat lain perayaan Natal dilakukan pada 5 atau 6 Januari, ada pula pada bulan Desember.

Perayaan pada 25 Desember dimulai pada tahun 221 dan baru diterima secara luas pada abad ke-5. Saat hari raya juga ada tradisi seperti adanya pohon Natal, kartu Natal, bertukar hadiah dengan teman dan anggota keluarga.

Selain itu ada kisah tentang Santa Klaus atau Sinterklas.

Di Eropa bahkan ada tradisi menghias pohon dan menempatkannya dalam rumah pada perayaan tertentu. Tradisi Pohon Natal berkembang dari Jerman pada abad ke-18.

Natal di Indonesia

Perayaan Natal dikenal juga di Indonesia sebagai tradisi Sinterklas, yang berasal dari Belanda. Sekarang lebih dikenal dengan Santa Claus (atau Sint Nikolas).

Dia seorang tokoh legenda, yang mengunjungi rumah anak-anak pada malam dengan kereta salju terbang ditarik beberapa ekor rusa kutub dengan membagi-bagi hadiah. Gambaran ini menjalar ke seluruh dunia dengan tambahan sejumlah atribut, seperti topi dan sebagainya.

Di Amerika Serikat (AS), tokoh Natal ini disebut Santa Claus. Tokoh itu pertama kali diilustrasikan oleh suatu iklan minuman Amerika sejak tahun 1931 sebagai seorang tua gendut, bercambang putih. Serta, berpakain merah dengan sepatu bot, ikat pinggang hitam, dan topi runcing lembut.

Natal di Indonesia juga dirayakan tiap tanggal 25 Desember. Di Indonesia, umat Kristiani diberikan kebebasan untuk merayakannya. Di tengah negeri yang plural, perayaan Natal tetap terselenggara dengan meriah.

Sayangnya, karena pandemi Natal di tahun 2020 ini dirayakan secara sederhana. “Selamat Natal, semoga pandemi lekas berlalu”. (Nicola/EB)

Related Articles

Back to top button