fbpx
Religius

Sejarah Maulud Nabi; Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW

energibangsa.id — Maulud Nabi menjadi tradisi istimewa di kalangan umat Islam Indonesia. Sebab, sejarah Maulid Nabi merupakan perjalanan penting dalam kehidupan Rasulullah dan juga agama Islam.

Ditinjau dari sejarahnya, Nabi Muhammad lahir dari ibu bernama Aminah dan ayah bernama Abdullah. Muhammad lahir di Makkah pada hari Senin, 12 Rabiul Awal pada tahun pertama sejak peristiwa tentara bergajah atau ‘amul fiil’ atau tahun gajah (571 kalender Romawi).

Pendapat lain juga menyebut Nabi lahir pada 9 Rabiul Awal. Namun, pendapat yang terkenal adalah pada 12 Rabiul Awal. Hal ini sesuai dengan Hadis Riwayat Muslim.
“Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab, hari Senin adalah hari aku dilahirkan,” bunyi Hadis Riwayat Muslim.

Seperti diriwayatkan Ibnu Sa’ad Ahmad ibn Hanbal Darini, kelahiran Muhammad diiringi cahaya yang menerangi istana-istana di Rum. Nama “Muhammad”, diberikan oleh sang kakek Abdul Mutalib, pemegang kunci Kabah.

Sang Kakek, Abdul Mutalib, membawa Muhammad masuk ke dalam Kabah, lalu seekor kambing disembelih sebagai bentuk akikah. Nabi Muhammad juga dikhitan saat berusia tujuh hari.

Dikuti dari buku Intisari Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hazm al-Andalusi, Nabi Muhammad tumbuh sebagai seorang yatim. Ayahnya meninggal saat belum genap berusia 3 tahun. Pun di saat kelahirannya, tak ada seorangpun yang mau menyusui Muhammad karena alasan miskin. Tapi seorang ibu, Halimah Sa’diyah, dengan ikhlas mau menyusui Muhammad meski ASI-nya sulit keluar.

Keikhlasan Halimah pun diberi balasan oleh Allah Swt. Keledai kurus milik Halimah menjadi berisi dan ASI-nya kembali lancar. Di usia anak-anak dan remaja, tanda-tanda kenabian Muhammad sudah terlihat.

Hal itu seringkali dikisahkan sosok Malaikat Jibril yang membelah dada dan mencuci jantung Nabi. Saat masa remaja ketika pergi berdagang, seorang pendeta Bahira juga melihat tanda kerasulan Muhammad.

Menerima wahyu Kenabian

Muhammad menerima wahyu pertama kali saat berusia 40 tahun, di Gua Hira. Tak hanya memimpin umat, sosok Nabi yang dikenal sebagai “Rasul akhir jaman” itu memiliki empat sifat yakni benar, dapat dipercaya, menyampaikan, dan cerdas.

Rasulullah wafat dalam usia 63 tahun, pada hari Senin di bulan Rabiul Awal. Nabi wafat akibat sakit yang diderita selama lebih kurang 12 hari.

Dalam konteks saat ini, sejarah Maulid Nabi atau Kelahiran Nabi dapat dijadikan momentum untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah dengan meneladani kisah dan sifat-sifat Rasulullah. Semoga kita senantiasa mendapat syafaatnya. Amin YRA. (dd/ EB)

Related Articles

Back to top button