fbpx
Gaya Hidup

Sejarah Barbecue: Tradisi Perayaan Setiap Tahun Baru

ENERGIBANGSA.ID—Barbecue atau ‘bakar-bakaran’ sudah menjadi salah satu pilihan untuk merayakan tahun baru. Sebelum jadi makanan khas tahun baru, barbecue punya sejarah yang panjang sejak zaman dulu.

Dilansir dari CNNIndonesia, memanggang sudah ada sejak nenek moyang manusia Homo Erectus yang memasak daging dengan api sekitar 1,8 juta tahun yang lalu.

Sejarah Barbecue

Kata barbecue berasal dari bahasa Taino, suku Indian Karibia. Barbecue diambil dari kata barbacoa yang berarti memanggang di atas perapian kayu.

Teknik barbecue yang kita kenal saat ini adalah memasak daging di atas panggangan dengan rempah-rempah dan saus olesan khusus. Teknik ini berasal dari Kepulauan Barbados, Karibia pada abad ke-16.

Popularitas barbecue dengan daging babi dan sapi menyebar dengan cepat ke Eropa, Afrika, dan Amerika Serikat.

Dilansir Live Science, barbecue populer di Amerika Serikat sejak zaman kolonial dan berkembang jadi budaya turun temurun.

Bahkan, pada 1650, salah satu peraturan di Virginia melarang pelepasan senjata saat barbecue berlangsung.

Jadi Peristiwa Penting di AS

Peristiwa-peristiwa penting di AS pun kental dengan kegiatan barbecue bersama. Mulai dari saat menang Perang Revolusi hingga saat membangun jembatan pertama di atas Sungai Missouri.

Di Amerika Serikat, barbecue sangat digemari oleh Presiden Abraham Lincoln. Hingga akhirnya Thomas Edison diminta untuk merancang yang kemudian dibuat oleh Henry Ford. Sejak saat itu [barbecue] jadi budaya Amerika.

Barbecue juga diidentikkan dengan perayaan yang spesial dari semua kalangan. Masyarakat menggunakan ayam untuk harga yang murah, makanan laut untuk yang lebih mahal, dan daging premium untuk kelas atas.

Barbecue di Indonesia

Masyarakat Indonesia awalnya memaknai tahun baru dengan spiritual. Namun, perkembangan budaya barat membuat masyarakat memodifikasi budaya tersebut.

Kelompok timur biasanya merayakan perayaan yang bersifat spiritual seperti berdoa dan menolak bala. Berkembangnya glokalisasi [penyesuaian lokal], masyarakat sekarang berkumpul bersama dengan menikmati makanan seperti sate.

Kini, banyak acara penting, kegiatan, dan perayaan diisi dengan barbecue di Indonesia. Dengan harga yang terjangkau dan cara yang mudah, setiap keluarga bisa membuat barbecue sendiri di rumah.

Pada perayaan tahun baru kali ini, setiap keluarga yang ingin merayakan dengan barbecue disarankan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. (Nicola/EB)

Related Articles

Back to top button