fbpx
Gaya HidupKesehatanRagam Bangsa

Segera Cari Kesibukan! Menekuni Hobi Patah Hati Bisa Menyebabkan Kematian

ENERGIBANGSA.ID – Sobat Energi, jika kalian memiliki hobi patah hati, baiknya segera cari kesibukan lain yang lebih bermanfaat. Sebab, berdasarkan hasil penelitian, patah hati yang dirasakan seseorang dapat berakibat pada penyakit-penyakit serius yang berujung kematian.

Perasaan sedih yang mendalam hingga stres ekstrem akibat kehilangan orang tersayang juga kerap dikaitkan dengan masalah jantung.

“Dadaku tuh rasanya kayak nyeri, sakit gitu tiap lihat mantan gebetanku update insta story sama pacarnya. Bener kata cita-citata, sakitnya tuh di sini (sambil menunjuk bagian dada kiri),” ujar Rina, seorang mahasiswi Psikologi yang baru saja mengalami sindrom patah hati.

Kok bisa?

Sindrom patah hati membuat dada terasa nyeri dan sesak napas bagi para penderitanya. Menurut American Heart Association (AHA), hal itu adalah reaksi yang muncul akibat adanya lonjakan hormon stres.

Ketika hal itu terjadi, ruang pompa jantung utama akan membesar. Sehingga akibatnya jantung tidak dapat memompa darah secara efektif.

[Baca juga: Song Joong Ki, Konsumsi Makanan Ini Saat Patah Hati]

Selain menyebabkan masalah pada jantung, hobi patah hati jika ditekuni ternyata juga bisa berdampak pada munculnya penyakit kanker. Sebuah studi yang dirangkum Tim Energi Bangsa menemukan bahwa 1 dari 6 orang yang mengalami patah hati ternyata juga menderita kanker. Bahkan kemungkinan terburuknya kesempatan mereka untuk dapat sembuh adalah kecil.

Guy Mintz, Direktur Kesehatan Kardiovaskular dan Lipidologi di Rumah Sakit Jantung Sandra Atlas Bass Northwell Health di Manhasset, New York, mengatakan, banyak pasien kanker memiliki tekanan emosi yang signifikan dan beberapa intervensi medis. Itu merupakan pemicu yang paling umum ditemukan dalam penelitian ini.

Wanita adalah golongan yang memeiliki peluang kanker lebih besar akibat patah hati, yakni sebesar 88 persen. Dan jenis kanker yang banyak dialami adalah kanker payudara, kanker yang berkaitan dengan sistem pencernaan, saluran pernapasan, organ seks internal, dan kulit.

[Baca juga: Kenapa Kita Bersedih Saat Kangen dan Putus Cinta?]

Meski begitu, Dr. Christian dari Rumah Sakit Universitas Zurich mengatakan tidak jelas bagaimana sindrom patah hati dapat berkaitan dengan penyakit kanker. Namun ia mencatat bahwa stres dari diagnosis kanker dapat memicu sindrom patah hati.

Jika Sobat Energi mengira sindrom patah hati hanya terjadi ketika kita kehilangan seseorang secara emosional, maka kalian perlu tahu hal ini. Selain akibat putus cinta, patah hati juga bisa terjadi akibat keadaan finansial yang tidak sesuai harapan, terlalu senang karena mendapat hadiah, atau bahkan ketika pengajuan judul skripsi kita ditolak oleh dosen pembimbing.

Benar kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati. Lebih baik move on setelah patah hati.

Yuk, segera keluar dari komunitas patah hati dan cari kesibukan lain yang bikin happy!

Related Articles

Back to top button