fbpx
Ekonomi & Bisnis

Sebelum Terlambat, Kenali Kesalahan yang Sering Dilakukan Investor Pemula

ENERGIBANGSA.ID–Sekarang ini banyak orang berlomba-lomba untuk berinvestasi, mulai dari emas, menanam saham, mendirikan startup, dan lainnya.

Akan tetapi, banyak dari mereka yang tidak benar-benar mengerti investasi yang sedang dilakukannya. Mulai dari sekedar ikut-ikutan saja, tergiur oleh hasil yang besar hingga ingin terlihat keren.

Banyak sekali kasus penipuan yang dilakukan oleh penyedia investasi atau biasa kita sebut investasi bodong. Tidak tanggung-tanggung, jumlah uang yang diambil mulai dari puluhan hingga miliaran rupiah.

Atau justru sebaliknya, mengucurkan dana sebagai investasi. Tetapi kemudian ingin dana tersebut dalam waktu sangat cepat!? Mustahil! Semuanya butuh proses yang panjang.

Nah, bagi kamu yang akan memulai investasi. Atau bahkan yang sekarang sudah memiliki investasi, coba cek kesalahan di bawah ini. Apakah kamu termasuk orang yang melakukannya?

1.Ingin cepat kaya tanpa belajar

Membeli saham atau produk investasi lainnya tentu butuh pertimbangan rasional. Ada teknis analisis tertentu yang mendasar dan matang yang harus dilakukan oleh calon investor sebelum memulai berinvestasi.

Proses yang dilalui pun harus bertahap, tidak bisa langsung instan. Sehingga investor pemula yang terpenting adalah banyak belajar. Sudah seharunys memahami pola berinvestasi serta bagaimana sistem kerjanya.

2.Emosional dan mudah terpengaruh

Berani berinvestasi, sama halnya berani menanggung resiko. Investasi juga memiliki resiko yang amat tinggi. Dan, tak mungkin hanya untung saja yang didapat.

Bahkan, mereka yang sudah berpengalaman sekalipun bisa berpeluang menerima kerugian. Jadi, jangan patah semangat dan emosi berlebihan apabila hasil yang didapat tidak seperti apa yang diharapkan. Pasalnya, hal itu sudah biasa dalam dunia investasi.

3.Tujuan investasi tidak jelas

Banyaknya uang yang akan di dapat di masa depan menjadi salah satu hal yang mendorong banyak orang untuk berinvestasi.

Akan tetapi, bahaya bagi kamu jika tidak tahu tujuan jelas dari investasi yang kamu lakukan. Sebab, tujuan investasi akan mempengaruhi produk investasi apa yang cocok untuk kamu ambil.

Nah, apabila hanya ingin jangka pendek sekitar 1-2 tahun saja. Maka tidak disarankan untuk kamu mengambil investasi saham.

Pun tak cocok pula berinvestasi untuk membangun industri startup, yang membutuhkan waktu yang cukup untuk ‘bergeliat’.

4.Tidak menggunakan uang dingin

Apa itu uang dingin? Uang dingin yaitu bukan uang dari hasil berhutang dan uang untuk membeli kebutuhan hidup.

Investasi punya risiko sebanding dengan apa yang didapat. Bagi kalian para investor pemula yang kurang pengalaman belum tentu langsung bisa untung. Pun dengan yang berpengalaman tak selalu harus untung dengan cepat.

Kalau kamu pakai uang hutang dan ternyata tidak berhasil, bagaimana cara balikinnya? Bukannya untung malah buntung. Benarkan?

5.Tidak memperhitungkan investasi tahunan

Tahukah kamu, inflasi di Indonesia mengalami kenaikan mulai dari 3-8% per tahunnya. Jadi, jangan heran jika nilai uang Rp1.000 hari ini akan berbeda 10 tahun kemudian.

6.Tidak mengevaluasi investasi secara teratur

Iya sih kamu kamu berinvestasi untuk 10-20 tahun ke depan. Tetapi bukan berarti kamu membiarkannya begitu saja.

Minimal setiap tiga bulan sekali kamu bisa cek kembali perkembangan investasi kamu. Apakah bisnismu berjalan optimal, atau sebaliknya. Jadi kamu tau progres kerja pelaksana kerja.

7.Salah menilai kinerja

Terkadang, saat berinvestasi (misal: di pasar saham) kita hanya melihat kinerja perusahaan selama 1-2 tahun, belum lagi bila menurun.

Kejadian seperti ini sudah biasa terjadi di dunia investasi. Maka dari itu pentingnya mencari tahu alasan dibalik adanya penurunan. Hal tersebut sangat penting agar kita tidak memiliki opini sendiri terhadap hal tersebut.

Sobat energi, itulah beberapa kebiasaan yang sering dilakukan oleh investor pemula. Kuncinya, pikirkan matang-matang dan selalu mencari informasi terkait investasi yang cocok untuk kamu jalankan. Jangan asal! (ara/ EB)

Related Articles

Back to top button