fbpx
Kabar Daerah

Satpol PP Kota Semarang Razia PKL Bandel dan Warga yang Tidak Memakai Masker di Hari Pertama PKM

SEMARANG, energibangsa.id – Memasuki hari kedua penerapan PPKM atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Kota Semarang telah banyak cerita yang didapat oleh petugas pengamanan yang bertugas menegakkan peraturan.

Salah satunya terjadi pada Senin (11/01/2021) kemarin, operasi patroli pada malam hari memang menjadi rutinitas yang dilakukan petugas gabungan patroli dimana mereka menyisir setiap sudut kota memberikan himbauan kepada pelaku usaha untuk mematuhi peraturan.

Dan jika ketahuan melanggar maka akan mendapatkan sanski yang cukup tegas, salah satunya terjadi pada sejumlah toko yang terpaksa disegel karena buka melebihi jam operasional yang ditetapkan.

Tak ketinggalan lima belas pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Tlogosari Semarang yang masih nekat berjualan hingga tengah malam juga ikut ditertibkan.

Satpol PP Ambil Tindakan Tegas

Kepala satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto menerangkan bahwa terdapat total tiga tempat usaha yang disegel terdiri dari game center, minimarket dan printing yang kedapatan buka melebihi jam 21.00 WIB.

Tidak hanya para pelaku usaha, tapi juga 87 warga yang masih ngeyel tidak menggunakan masker juga dihukum push up.

“Kami tidak ada kompromi lagi karena sudah sejak PKM pertama lalu mereka harusnya sudah tahu. Saat ini kami butuh ketegasan ya, jadi kalau kami turun pasti enggak ada toleransi, pasti langsung kami segel (toko),” jelas Fajar.

Semuanya menjadi sebuah keharusan untuk dilakukan, mengingat angka penyebaran virus Covid-19 di Kota Semarang semakin tinggi. Dan perlu dilakukan PKM yang berlangsung selama dua minggu pada 11 Januari sampai 25 Januari 2021.

Untuk pemilik usaha yang mendapatkan sanski berupa penyegelan toko akan dihimbau pergi ke kantor Satpol PP untuk diberikan surat pernyataan agar menutup usahanya sesuai waktu yang ditentukan,

Apabila masih ketahuan melanggar, pihak Satpol PP tidak akan segan-segan mencabut izin usaha untuk selama-lamanya. (Ozan/EB)

Related Articles

Back to top button